Perkara Pencemaran Nama Baik Mantan KSAD Mulai Disidangkan

Sumber : | Kamis, 9 November 2006 14:27




Perkara Pencemaran Nama Baik Mantan KSAD Mulai Disidangkan
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Mantan Kasum TNI Letjen (Purn) R Soeyono, mulai diadili sebagai terdakwa dalam perkara pencemaran nama baik Mantan KSAD Jendral (Purn) R Hartono.

Dalam sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (09/11/06), JPU Rini Hartatie mendakwa Soeyono melakukan pencemaran nama baik terhadap Hartono karena mengeluarkan pernyataan bahwa anak Hartono meninggal dunia karena kasus narkoba dalam wawancara dengan sebuah majalah.

Menurut dakwaan, Soeyono pada 5 Juli 2005 sekitar pukul 10.00 WIB di rumahnya di Jalan Diponegoro No 54 RT01/RW02, Menteng, Jakarta Pusat, menerima wartawan dari majalah Male Emperium untuk keperluan wawancara.

Wartawan dari Male Emperium, Dede Marlia dan Faisyal, bermaksud untuk membuat profil Soeyono. Keduanya sempat melontarkan pertanyaan, "Merasa sakit hati dengan oknum-oknum yang telah menjatuhkan kredibilitas anda?", kepada Soeyono.

Pertanyaan itu dijawab oleh Soeyono dengan kalimat "Kayak Hartono anaknya mati karena kasus narkoba."

"Yang dimaksud terdakwa adalah almarhum Torry Widyantoro, anak kandung Jendral R Hartono, dan hasil wawancara dengan terdakwa tersebut direkam dalam dua buah kaset," kata JPU Rini Hartatie.

Selanjutnya, hasil wawancara antara Dede Marlia serta Faisyal dan terdakwa itu ditulis, dicetak, dan dimuat dalam majalah Male Emperium No 55 edisi Agustus 2005 sehingga penyataan terdakwa yang mengatakan "Kayak Hartono anaknya mati karena kasus narkoba", tersebut disebarluaskan atau disiarkan dan dijual kepada masyarakat umum, sehingga isinya dibaca dan diketahui oleh orang banyak.

Dalam dakwaan, JPU menyatakan pernyataan Soeyono yang ditulis dalam majalah Male Emporium itu tidak benar karena anak Hartono, Torry Widyantoro, meninggal dunia karena pendarahan Epidural Hematom dan Herniasi Umkus, akibat trauma pada kepala.

"Hal ini sesuai keterangan saksi Dr Chandra Mulyono yang menangani perawatan medis syaraf dan hasil CT Scan Torry Widyantoro," tutur JPU Rini Hartatie.

Menurut JPU, akibat pernyataan terdakwa dalam Majalah Male Emperium yang memuat pernyataan tidak benar itu, Hartono menjadi terserang kehormatan atau nama baiknya.

Dalam dakwaan kesatu primer, Soeyono dijerat pasal 311 ayat 1 KUHP tentang melakukan kejahatan pencemaran nama baik secara tertulis yang ancaman hukumannya maksimal empat tahun penjara.

Sedangkan dalam dakwaan kedua primer, Soeyono didakwa dengan pasal 310 ayat 2 KUHP dan dalam dakwaan kedua subsider dengan pasal 310 ayat 1 KUHP tentang perbuatan secara sengaja menyerang kehormatan atau nama baik seseorang dengan menuduhkan sesuatu hal dengan maksud agar diketahui umum.

Soeyono yang berusia 63 tahun hadir mengenakan kemeja batik dan didampingi oleh kuasa hukumnya, Firman Wijaya.

Firman mengatakan, perkara pencamaran nama baik yang dihadapi oleh kliennya itu dilaporkan oleh Hartono dan memang belum ada proses perdamaian di antara keduanya hingga akhirnya perkara memasuki persidangan.

Majelis Hakim yang diketuai Binsar Siregar menunda sidang hingga 14 November 2006 dengan agenda pembacaan eksepsi dari kuasa hukum terdakwa. (*/rit)


KUMPULAN BERITA
# Chelsea# Swansea City

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya




{prev_next_news}


Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Menyorot gaya busana Ibu Negara Iriana
  • Gara-gara lihat orangtua bersetubuh, pria ini cabuli bocah SD
  • Batal umumkan menteri di Priok, Jokowi terbelenggu parpol?
  • Benigno: Jangan terlalu kritik pak Jokowi
  • Review: Tolak menyerah, Arsenal menang dramatis
  • Salah pilih menteri, bulan madu rezim Jokowi-JK segera berakhir
  • Review: Jamu Malmo, Atletico pesta gol
  • Review: Juventus pulang dengan tangan hampa
  • Review: Real Madrid berjaya di Anfield
  • Kedekatan Shandy Aulia - Boy William di lokasi syuting terungkap
  • SHOW MORE