Pembunuhan Sadis Dua Sejoli di Curup Belum Terungkap

Sumber : | Kamis, 26 April 2007 13:22




Pembunuhan Sadis Dua Sejoli di Curup Belum Terungkap
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Misteri pembunuhan sadis dua sejoli di Curup, Rejang Lebong yang terjadi Selasa (24/4) dinihari, hingga kini belum terungkap, polisi masih terus menyelidiki kasus tersebut dan telah meminta keterangan kepada 13 orang saksi yang merupakan teman korban.

Kapolres Rejang Lebong AKBP Abdul Gani melalui Kasat Reskrim AKP Juri Leonard Siahaan, ketika dikonfirmasi, Kamis, menyatakan hingga kini kasus pembunuhan tersebut belum terungkap, polisi masih menyelidiki.

"Kita sudah meminta keterangan dari 13 teman kedua korban yang sebelum ditemukan tewas berkumpul bersama di sebuah rumah di Kelurahan Talang Benih.

Sepasang kekasih Redi Viktori (17) dan Kartika (19), keduanya warga Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, ditemukan tewas di dekat sebuah jembatan dengan tubuh penuh luka bacokan, sementara sepeda motor yang digunakan juga dibakar, dugaan sementara pembunuhan itu bermotifkan dendam.

Mayat Redi, warga Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah dan Kartika, warga Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Curup Timur yang sedang menjalin cinta itu, ditemukan pertama kali oleh tukang ojek di jembatan dekat Gedung Olah Raga (GOR) Curup pada Selasa dinihari sekitar pukul 01:15 WIB.

Menurut Juri, teman-teman korban yang diperiksa itu pada Selasa (24/4) sekitar pukul 20:00 WIB sempat berkumpul di salah satu rumah temannya di Talang Benih, yang katanya sering sijadikan tempat mereka berkumpul.

Menyinggung motif pembunuhan, polisi juga belum bisa menduga apakah dilatarbelakangi dendam atau penodongan, pengusutan masih diintensifkan.

Saat ditemukan, mayat Kartika yang berstatus janda berada di dekat beton jembatan, sedangkan mayat Redi berada di bawah jembatan yang airnya cukup deras, sedangkan sepeda motor Yamaha Yupiter MX Nopol BD-3445-KO yang dipakai korban ditemukan terbakar dan lokasinya cukup jauh dari penemuan mayat.

Di tubuh Redi yang juga anak pengusaha kayu di Rejang Lebong terdapat enam liang akibat bacokan senjata tajam, yakni di perut, pinggang dan dana, sedangkan Kartika mengalami 12 luka bacokan, bahkan ususnya sebagian terburai.

Menurut keterangan, sebelum ditemukan tewas mengenaskan, dua sejoli yang sedang menjalin hubungan asmara itu terlihat berjalan-jalan keliling Kota Curup, keduanya terlihat di Pasar Atas membeli makanan.

Tidak ada satupun saksi yang melihat kejadian itu, sehingga pembununya masih misterius, di lokasi kejadian, polisi menemukan dompet berisi uang Rp400 ribu, sebungkus rokok, sandal dan makanan ringan yang diduga milik korban.

Dari penemuan itu, polisi menduga pembunuhan itu bermotifkan dendam, sebab jika perampokan barang-barang dan uang milik korban pasti sudah diambil, bahkan motornya pun dibakar. (*/cax)

Suka artikel ini ?
Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top
Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Serangan Umum 1 Maret & 'operasi senyap' Jokowi naikkan harga BBM
  • Ultah ke-24 tahun, Cakra Khan minta kado dari Syahrini
  • Asep, tukang palak preman yang tobat masuk IAIN jurusan Agama Islam
  • Ingin telinga sehat? Batasi dengar musik hanya satu jam sehari
  • 5 Sindiran Ahok soal dana siluman di APBD DKI
  • Tak ada biaya sekolah, pengacara kondang ini dulu suka palak preman
  • Lima pengakuan atheis mampir ke alam lain setelah mati suri
  • Jhony AO, si tukang mabuk tobat karena lontong sayur ustaz Arifin
  • Kisah TNI kesulitan lawan sumpit dan panah warga Serawak
  • Sempat wacanakan LSF dihapus, Triawan Munaf kini ogah komentar
  • SHOW MORE