Merdeka.com tersedia di Google Play



Pembabatan Hutan di Mimika, Papua Merajalela Pasca Pencabutan IPKR

Sumber : | Selasa, 13 Februari 2007 09:51


Pembabatan Hutan di Mimika, Papua Merajalela Pasca Pencabutan IPKR
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Semenjak Izin Pengelolaan Kayu Rakyat (IPKR) dicabut oleh Dinas Kehutanan Provinsi Papua pada tahun 2005, aktivitas pembabatan hutan secara ilegal yang dilakukan masyarakat di Kabupaten Mimika, Papua semakin tidak terkontrol.

"Sebetulnya sesuai UU Kehutanan aktivitas penebangan kayu oleh masyarakat itu ilegal. Tapi semenjak IPKR ditarik dengan SK Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua maka hingga kini kita belum punya peraturan yang mengatur tentang pengelolaan kayu rakyat," kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Mimika, Ir Marthen Samori di Timika, Selasa. Samori mengakui saat ini di sekitar kota Timika terdapat banyak kegiatan penebangan hutan oleh masyarakat seperti di Kilometer 14-18 Kampung Kadun Jaya Distrik Mimika Timur, Tipuka, Ayuka, Kali Kopi, Limau Asri, Naena Muktipura, Bhintuka, Iwaka Distrik Kuala Kencana dan lain sebagainya. Masyarakat setempat, demikian Samori, berdalih bahwa penebangan kayu tersebut merupakan hak mereka lantaran hutan tersebut berada dalam wilayah hak ulayat mereka.

Menyikapi kondisi dimaksud, jajaran Dishutbun Mimika telah mengajukan rancangan peraturan pengelolaan kayu rakyat ke Dishut Provinsi Papua sebagai payung hukum bagi aparat dalam menindak para pelaku pembabatan hutan. "Sebetulnya kondisi ini terjadi di seluruh wilayah Papua. Setelah IPKR ditarik maka aktivitas penebangan kayu oleh masyarakat di sini tidak bisa dikontrol lagi. Di sisi lain aktivitas pembangunan terus meningkat setiap hari. Saya kira hal ini harus dipikirkan secara matang oleh Dishut Provinsi Papua maupun Pemerintah Pusat melalui Departemen Kehutanan sehingga kegiatan perekonomian tidak terhambat," jelasnya. Sebelum muncul isu illegal logging sekitar tahun 2005 lalu, menurut Samori, di Mimika terdapat 200 pengusaha IPKR dan 4 perusahaan pemegang Hak Pengelolaan Hutan (HPH) yaitu PT Djayanti Group, PT Artika Optima Inti, PT Prasarana Marga dan PT Diani Timber.

Selama tahun 2006 hanya 1 perusahaan HPH yang beroperasi yaitu PT Diani Timber yang beroperasi di Kapiraya Distrik Mimika Barat Tengah. Sedangkan untuk tahun 2007 ini belum ada perusahaan HPH di Mimika yang mengajukan Rencana Kerja Tahunan (RKT). Disinggung tentang kemungkinan PT Kanrona Mina Sejahtera (KMS) selaku pemegang hak Izin Pengusahaan Kayu (IPK) melanjutkan pengerjaan jalan trans kabupaten dari Kapiraya menuju Potowaiburu, Distrik Mimika Barat Jauh yang terbengkalai karena kasus illegal logging tahun 2005, Samori mengatakan hal itu harus dibuatkan kesepakatan baru antara Pemkab Mimika dengan perusahaan yang bersangkutan tentang syarat-syarat yang harus dipatuhi kedua belah pihak.

PT KMS yang merupakan anak perusahaan PT Djayanti Group sejak tahun 2004-2005 mengerjakan jalan trans kabupaten dari Kapiraya ke Potowaiburu sepanjang 200 kilometer. Pengerjaan jalan tersebut akhirnya terbengkalai karena pimpinan PT KMS diseret ke meja hijau dengan tuduhan melakukan illegal logging. Kasus tersebut hingga kini belum tuntas di PN Timika karena surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Timika dinyatakan tidak dapat diterima karena tidak memenuhi syarat formal dan materil. Hingga sekarang Kejari Timika tidak pernah mengajukan kembali kasus tersebut ke PN Timika untuk disidangkan. (*/cax)



Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Hanura, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Hanura.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Tampang Menawan Generasi Penerus Honda Accord!
  • Tolak akuisisi, karyawan BTN di Jawa Timur demo sampai malam
  • Kasus pajak BCA seret mantan ketua BPK, Menkeu serahkan pada KPK
  • ViewSonic rilis proyektor Pro8520HD untuk ruangan ekstra besar
  • Gerindra mulai lirik Golkar
  • Kemenperin: Foxconn banyak mau, minta lahan dekat bandara
  • Sapi dan banteng di India ini dinikahkan dengan upacara mewah
  • Tolak Bintangi Sekuel Mrs. Doubtfire, Mara Wilson Dibully
  • Hadi Poernomo terancam hukuman seumur hidup
  • Ternyata, gigi kusam dipicu oleh 6 hal ini
  • SHOW MORE