Menteri Muda Dalam Negeri Zafar Iqbal Warraich mengumumkan dalam taklimat larut malam bahwa pengikut kelompok garis keras yang berlindung di Lal Masjid (Masjid Merah) mesti menyerahkan diri secara damai atau menghadapi operasi militer untuk mengeluarkan mereka.
Personil Angkatan Darat Pakistan telah dikerahkan untuk membantu pasukan polisi dan paramiliter yang sudah digelar di sekitar tempat ibadah itu dan mereka mendapat perintah untuk menembak hingga tewas setiap orang yang keluar dari tempat tersebut dengan membawa senjata.
Warraich mengatakan pertemuan darurat yang dipimpin oleh Presiden Pervez Musharraf memutuskan untuk melancarkan operasi itu, karena kegiatan pengikut garis keras yang menguasai tempat ibadah tersebut membawa reputasi buruk bagi Pakistan dan agama Islam.
Lal Masjid terus membangkang terhadap perintah pemerintah sejak pelajar asrama putrinya menduduki perpustakaan anak-anak yang dikelola pemerintah pada Januari untuk menggolkan tuntutan kubu garis keras bagi penerapan hukum Syari`ah di Pakistan.
Percekcokan tersebut bertambah sengit akhir bulan lalu, ketika murid pria dan wanita madrasah yang berdampingan dengan tempat ibadah itu menyandera tujuh pekerja panti pijat berkebangsaan China dalam upaya menghapuskan kegiatan tak bermoral di Islamabad.
Pertumpahan darah Selasa meletus ketika pelajar perempuan yang memiliki hubungan dengan tempat ibadah tersebut merebut senjata dari beberapa personil polisi yang melawan upaya mereka untuk mencabut kawat berduri yang dipasang di luar tempat ibadah itu.
Dalam bentrokan selanjutnya, sedikitnya 11 orang tewas, termasuk dua personil paramiliter dan seorang jurukamera pers. (*/cax)