Keterlibatan Pejabat Bea Cukai Dalam Kasus Impor Beras Terus Diusut

Sumber : | Jumat, 2 Desember 2005 07:45




Keterlibatan Pejabat Bea Cukai Dalam Kasus Impor Beras Terus Diusut
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Keterlibatan pejabat bea cukai dalam kasus impor beras dari Vietnam tahun 2003 terus diusut menyusul penahanan empat pegawai dan satu pensiunan instansi pemerintah itu.

"Pejabat Bea Cukai yang terkait akan terus kita usut," kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Hendarman Supandji di Jakarta, Kamis (01/12).

Ia mengatakan, pengusutan lebih lanjut itu dilakukan untuk mencari kebenaran materil dalam kasus tersebut.

Pada Rabu (30/11) pukul 19.00 WIB penyidik Kejaksaan Agung melakukan penahanan terhadap pegawai Bea Cukai yaitu Sumantri, Adhan Carina, Yamirizal A Santoso dan Sinta Dewi Arini serta Wahyono Herwanto yang telah pensiun dari instansi itu.

Kelima orang tersebut diduga terlibat dalam proses impor yang dilakukan PT Hexatama Finindo dan Inkud.

Proses impor 60 ribu ton beras itu disebut-sebut mengakibatkan kerugian negara karena dilakukan tidak sesuai prosedur, yaitu tidak dibayarkannya bea masuk dan pajak lainnya.

Dari keterangan lima tahanan itu, penyidik mendapat informasi bahwa bukan para pegawai itu yang bertanggung jawab atas kasus itu, melainkan orang lain.

"Keterangan itu nantinya dikembangkan. Kalau dia bilang yang bertanggungjawab itu orang yang di atasnya, ya kita usut terus," kata Hendarman.

Kasus impor beras itu terjadi pada tahun 2003 hingga 2004. PT Hexatama Finindo bertindak sebagai penjamin Letter of Credit (L/C) untuk membiayai impor beras dari Vietnam yang dilakukan oleh Inkud.

Pada April sampai Mei 2003, beras dikirim dari Vietnam dengan menggunakan enam kapal sebanyak 40.450 ton. Selanjutnya, VSFC kembali mengirimkan beras 19.550 ton. Hingga demikian, jumlah keseluruhan beras yang diimpor menjadi 60.000 ton yang disimpan di gudang Pelabuhan Tanjung Priuk.

Beras yang dikeluarkan dengan Pemberitahuan Impor Barang (PIB) sebanyak 900 ton, sedangkan sisanya 59.100 ton dikeluarkan tanpa PIB yang dipindahkan ke gudang Hobros.

Beras itu kemudian dijual PT Hexatama Finindo dengan harga yang disetujui oleh Nurdin Halid. Dari penjualan tersebut, Inkud mendapatkan keuntungan dari PT Hexatama Finindo sebesar Rp750 juta. (*/lpk)


KUMPULAN BERITA
# Mitsubishi

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya




{prev_next_news}


Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • 4 Tawaran skema kenaikan harga BBM buat Jokowi
  • Tanaman di dalam kantor dapat tingkatkan produktivitas kerja
  • Pamen narkoba tulis kisah Islami dan sindir polisi di blog
  • Fakta mahasiswa terpengaruh video porno cabuli 8 bocah
  • 10 Hukuman berat yang pernah diterima pesepakbola top dunia
  • Kontroversial, 5 Artis yang 'diusir' dari negara lain
  • Kekeringan sampai suhu panas ekstrem ancam manusia di tahun 2050
  • Geger ospek 'Tuhan Membusuk' di UIN Sunan Ampel
  • Koalisi Merah Putih rayu SBY agar Demokrat tak gabung Jokowi
  • Berawal dari bullying, berat badan Aurel turun 5 kg
  • SHOW MORE