Merdeka.com tersedia di Google Play



Hati-hati, Penyidik KPK Gadungan Berkeliaran

Sumber : | Jumat, 6 Juli 2007 07:21


Hati-hati, Penyidik KPK Gadungan Berkeliaran
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Upaya pemberantasan korupsi yang sering membuat takut para pejabat, rupanya dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk mengeruk keuntungan.

Seseorang berinisial J, yang mengaku sebagai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan dua rekannya berinisial JES dan JG yang mengaku sebagai wartawan, mencoba memeras pejabat PT Angkasa Pura II di Kompleks Bandara Soekarno Hatta.

"Upaya pemerasan ini digagalkan oleh Penyidik KPK. KPK langsung bergerak begitu mendapat laporan dari PT Angkasa Pura II," kata Juru bicara KPK, Johan Budi SP, di Gedung KPK, Jalan Veteran, Jakarta, Kamis.

Upaya pemerasan itu, menurut Johan, terjadi pada Senin, 2 Juli 2007. Modus yang digunakan oleh tiga orang itu, lanjut dia, adalah dengan berpura-pura sebagai anggota KPK yang meminta sejumlah proyek atau uang senilai Rp140 juta, untuk biaya pengganti penyelidikan yang sedang mereka lakukan.

"Padahal, di KPK tidak ada perkara dugaan korupsi di PT Angkasa Pura II," ujarnya.

Anggota KPK gadungan beserta dua rekannya yang mengaku sebagai wartawan itu, kata Johan, juga mengancam korbannya apabila permintaan mereka tidak dituruti, maka mereka akan melakukan jumpa pers di kantor KPK untuk membeberkan kasus-kasus yang mereka ketahui.

"Karena mengaku sebagai anggota KPK, maka PT Angkasa Pura II langsung melaporkan upaya pemerasan itu kepada KPK. Mendapat laporan tersebut, penyidik KPK langsung bergerak dan melakukan penangkapan," tuturnya.

KPK kemudian menyerahkan para pelaku pemerasan itu kepada polisi dan saat ini kasusnya ditangani oleh Polres Bandara Soekarno-Hatta.

Upaya pemberantasan korupsi yang gencar dilakukan, rupanya membuat nama KPK menjadi sedemikian menarik bagi mereka yang berniat jahat.

Pada 2006 saja, Johan mengatakan, terjadi 15 kasus upaya pemerasan dengan berbagai modus yang berhasil digagalkan oleh KPK.

Pada 2007, lanjut dia, juga banyak laporan ke KPK tentang adanya permintaan dana yang mengatasnamakan KPK, untuk membeli perangkat sosialisasi seperti buku, poster, dan brosur yang diterbitkan oleh KPK.

"Karena itu, kami perlu menjelaskan kepada masyarakat bahwa KPK tidak pernah meminta baik melalui surat maupun lisan untuk berbagai perangkat dan kegiatan sosialisasi," kata Johan.

Segala perangkat sosialisasi KPK berupa buku, poster, dan brosur selalu dibagikan KPK kepada masyarakat secara gratis.

Pegawai atau anggota KPK dalam menjalankan tugasnya juga dilarang meminta dana atau imbalan berkaitan dengan tugas yang dijalankannya.

Untuk itu, Johan berharap, apabila masyarakat mengalami langsung atau mendengar adanya pemerasan yang mengatasnamakan KPK untuk melapor ke bagian direktorat pengawasan internal KPK.

"Laporannya bisa melalui telepon ke 021-3522546 atau ke 021-35225550, atau melalui e-mail ke pengaduan@kpk.go.id," ujarnya.(*/rsd)


KUMPULAN BERITA
# Demo

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Demo, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Demo.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Merapi meletus, hujan abu tipis bikin warga Klaten berhamburan
  • Tolak akuisisi Mandiri, pekerja BTN sebut Dahlan bermain
  • Arab Saudi denda lelaki izinkan istrinya mengemudi
  • Usai Rapimnas kubu Romi, kantor DPP PPP digembok
  • Sedang berjualan, pedagang sate ditembak orang tak dikenal
  • Meletus, Merapi hujan abu selama 3 jam
  • Bule di Bundaran HI dukung Jokowi jadi presiden
  • Genjot investasi awam, pemerintah lansir saving bond
  • Terawang pilpres: Prabowo perlu 'lipstik', Jokowi diragukan
  • Stiker Jokowi-JK beredar di Taman Suropati
  • SHOW MORE