BREAKING NEWS

Ini isi lengkap pidato perdana Presiden Jokowi


Omah Munir jadi museum HAM pertama di Asia Tenggara

Reporter : Destriyana | Senin, 9 Desember 2013 08:38




Omah Munir jadi museum HAM pertama di Asia Tenggara
Omah Munir. ©2013 Merdeka.com/Dimas Andhika Pramayuga

Merdeka.com - Hari Minggu, (8/12), Omah Munir yang disebut sebagai museum HAM pertama di Asia Tenggara resmi dibuka untuk umum. Bertempat di Jalan Bukit Berbunga No. 02, Batu, Jawa Timur, pembukaan museum ini dilaksanakan tepat pukul 10.00 WIB.

Beberapa tokoh ternama Indonesia tampak hadir di acara pembukaan Omah Munir, seperti di antaranya Wakil Ketua MPR RI Lukman Hakim Saifuddin, Butet Kartaredjasa, Faisal Basri, Wakil Walikota Batu Punjul Santoso, Wakil Walikota Malang Sutiaji, Ketua Malang Corruption Watch (MCW) Luthfi J. Kurniawan, Ahli Museum Erwien Kusuma, dan Sejarawan Andi Achdian.

Pembukaan museum ini juga bertepatan dengan ulang tahun pejuang HAM, Munir Said Thalib , yang jatuh pada 8 Desember. Acara ini berlangsung meriah dengan pembacaan puisi oleh Butet dan kedua anak Wiji Thukul, Ngantiwani dan Fajar. Riuh tepukan penonton pun semakin membahana, ketika Robi, personel Navicula Band, menyanyikan lagu Mafia Hukum, yang masuk dalam kompilasi Frekuensi Perangkap Tikus.

Acara kemudian ditutup dengan penyampaian testimoni Munir oleh beberapa handai taulan dan sanak kerabat yang hadir. Museum yang dibangun hanya dalam waktu 8 hari ini dimaksudkan; sebagai pusat layanan informasi dan dokumentasi tentang berbagai kasus serta upaya penegakan HAM dan keadilan di Indonesia, sebagai media pembelajaran alternatif bagi para pegiat HAM, aktivis, siswa, mahasiswa maupun masyarakat luas, mengenang sosok Munir sebagai salah satu pejuang HAM dan keadilan di Indonesia, dan sarana rekreasi edukatif bagi khalayak ramai.

"Ide pembuatan Omah Munir tercetus bulan Maret. Kemudian saya berdiskusi dengan teman-teman dan akhirnya kami melakukan penggalangan dana. Dan terkumpul sekitar Rp 700 juta," kata Suciwati, penggiat HAM dan sekaligus istri mendiang Munir, ketika diwawancarai merdeka.com, Minggu (8/12).

Sejauh ini, ibu dua anak ini belum tahu apakah biaya masuk museum akan digratiskan atau nantinya akan dipungut biaya. Namun, wanita kelahiran Malang, Jawa Timur, ini berharap biaya masuk museum bisa digratiskan selamanya, tentunya jika ada donator yang bersedia menanggung biaya operasional Omah Munir. Suciwati rencananya juga akan membentuk tim khusus yang diserahi tanggung jawab untuk mengelola museum.

Selain menampilkan koleksi benda-benda yang dimiliki oleh Munir, Omah Munir juga menyajikan data lengkap dari kasus-kasus HAM penting di Indonesia, seperti kasus Marsinah, Aceh, Talangsari, Penculikan aktivis 98, dan Timor-Timur.

[des]

KUMPULAN BERITA
# Lokasi Wisata

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Pindah ke Istana, Jokowi akan diantar Ahok dan DPRD DKI
  • Jokowi sapa rakyat: Ini udah pada shalat maghrib belum?
  • Paspampres kerepotan kejar Jokowi yang lari di atas panggung
  • Sapa ribuan penonton, Jokowi lari di atas panggung
  • AS ngaku sudah nikah siri dengan anak selingkuhannya
  • Demi privasi, Cara Delevingne nekat bertindak segila ini
  • Kuli bangunan ini direstui untuk nodai dua anak selingkuhannya
  • JK: Boediono bukan ban serep, wapres bantu presiden
  • Bangkit dari kematian, evleaks bocorkan smartphone baru Motorola
  • Kabur dari Rutan, napi ini ditangkap saat temui kekasih
  • SHOW MORE