Merdeka.com tersedia di Google Play



    Misteri di balik 'lingkaran peri' di Afrika

    Reporter : Destriyana | Sabtu, 6 April 2013 18:11


    Misteri di balik 'lingkaran peri' di Afrika
    Lingkaran peri. ©2013 Merdeka.com/Frans Lanting

    Merdeka.com - Padang rumput di Afrika Selatan tampak dipenuhi jejak aneh yang biasa disebut lingkaran peri. Lingkaran itu memiliki diameter antara 2 sampai 15 meter, dan terbentuk tepat di tengah-tengah vegetasi rumput, khususnya di Namibia. Tetapi, lingkaran misterius ini juga dapat ditemukan di Angola dan Afrika Selatan.

    Lingkaran peri biasanya ditemukan di sebuah padang tandus sekitar 160 km atau 2.400 km dari selatan Angola. Lingkaran misterius ini telah dipelajari sejak keberadaan mereka dilaporkan pada tahun 1971 silam, tetapi belum ada bukti konklusif tentang penyebabnya.

    Photo credit

    Menurut warga setempat, lingkaran peri konon disebabkan oleh naga yang hidup di bawah kerak bumi. Napas naga api yang menyembul sampai ke permukaan bumi telah membakar vegetasi rumput yang akhirnya membentuk pola seperti lingkaran.

    Sebagaimana dilansir amusingplanet, tak sedikit pula yang mengklaim bahwa fenomena ini disebabkan oleh semut, rayap tanah atau racun radioaktif yang dilepas oleh Damara euphorbia, tanaman endemik beracun.

    Namun, penelitian terbaru telah menghasilkan penjelasan yang lebih terpercaya untuk lingkaran peri tersebut. Seorang ahli biologi Jerman, profesor Norbert Juergens, dari Universitas Hamburg, telah menemukan bahwa fenomena menarik ini sebenarnya adalah hasil rekayasa ekologi canggih yang dilakukan oleh rayap pasir, Psammotermes allocerus.

    Rayap pasir ditemukan pada hampir 80-100% dari lingkaran, dan 100% dari lingkaran baru yang terbentuk, dan merupakan satu-satunya serangga yang hidup di berbagai fenomena tersebut. Rayap menciptakan lingkaran peri dengan memakan vegetasi atau tumbuhan yang hidup di sekitar mereka. Serangga ini juga menggali tanah di daerah tersebut sehingga membentuk pola lingkaran.


    Photo credit

    Lingkaran tersebut memungkinkan air meresap ke dalam tanah berpasir dan terkumpul di bawah tanah, sehingga tanah tetap lembap bahkan di bawah kondisi paling kering sekalipun. Rumput pun akhirnya tumbuh di tepi lingkaran karena adanya air yang tersimpan di bawah tanah, yang kemudian memberi makan para rayap sehingga secara perlahan, itu dapat meningkatkan ukuran lingkaran.

    Karena perilaku ini, rayap pasir mengolah sumber makanan dan air mereka sendiri, menciptakan ekosistem lokal dengan cara yang mirip dengan berang-berang.

    [des]

    KUMPULAN BERITA
    # Lokasi Wisata

    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


    JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Lokasi Wisata, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Lokasi Wisata.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup





    Komentar Anda


    Smart people share this
    Back to the top

    Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
    Most Viewed Editors' Pick Most Comments

    TRENDING ON MERDEKA.COM

    LATEST UPDATE
  • Din Syamsuddin desak PKB jadi pimpinan koalisi partai Islam
  • Menggunakan internet turunkan depresi pada manula!
  • Ketum Muhammadiyah minta parpol Islam bentuk koalisi strategis
  • Hah? Film Sepatu Dahlan Menghilang Dari Banyak Bioskop
  • Din Syamsuddin anggap partai Islam dulu tiarap dan pingsan
  • Septy Sanustika Ungkapkan Alasan Mengapa Ia Lepas Jilbab
  • Gunung Nemrut, persemayaman dewa-dewa yang terpenggal
  • Soal koalisi, Demokrat minta elite contoh semangat Timnas U-19
  • Infrastruktur buruk, Jakarta sulit lepas dari kemacetan
  • TPS 1 Desa Pungki Aceh lakukan pencoblosan ulang
  • SHOW MORE