Menyaksikan lomba adu sapi di Swiss

Reporter : Rizqi Adnamazida | Kamis, 16 Mei 2013 09:51




Menyaksikan lomba adu sapi di Swiss
Battle of the Queens. ©OddityCentral.com

Merdeka.com - Setiap tahun, kampung Aproz di Swiss menjadi arena pertarungan bagi Herens - jenis sapi yang dikenal memiliki sifat agresif. Battle of the Queens, demikian nama adu lomba sapi tersebut.

Terdengar mengerikan? Sebenarnya tidak. Pasalnya Battle of the Queens tidak akan menimbulkan pertumpahan darah layaknya pertarungan antar banteng di Spanyol. Sebab di sini, para peternak benar-benar memperlakukan sapinya seperti "ratu" (queen) dan memastikan hewan ternaknya tidak mengalami luka serius.

Lomba adu sapi ini kebanyakan hanya diisi saling mendorong satu sama lain sambil mengunci tanduk lawan. Setelah salah satu sapi berbalik dan berjalan pergi, maka ia akan terhitung kalah.

Sejumlah sapi dilaporkan pernah kehilangan tanduk atau bekas luka. Tetapi tidak ada luka serius yang pernah terjadi, demikian seperti yang dilansir dari OddityCentral.

Acara Battle of the Queens ini pun menarik perhatian ratusan peternak sapi dari seluruh penjuru Swiss. Mereka ingin menguji ketahanan sapinya dan disaksikan oleh kerumunan penonton. Bagi yang tak bisa hadir, penonton di rumah bisa mengikuti jalannya pertandingan melalui tayangan di stasiun televisi dan radio khusus.

Lomba adu sapi ini dibagi menjadi lima atau enam kategori berdasarkan berat badannya. Kontestan pun harus berusia antara 3-11 tahun.

Pada mulanya seluruh sapi di kelas berat yang sama dilepas di sebuah arena. Mereka menandai kekuasaannya. Sapi yang lemah terusir. Sementara yang paling kuat akhirnya bertahan. Pada akhirnya, akan ada dua sapi tersisa yang saling mendorong dengan kepalanya.

Menurut aturan dari kompetisi, sapi Herens dianggap kalah jika berpaling dan pergi setelah saling mendorong dengan lawannya.

Ada kalanya sapi kehilangan kontrol dan menyerang sembarangan. Kalau sudah seperti ini, pemilik masuk ke arena untuk memisahkannya.

Battle of the Queens diakui warga Swiss bukan tentang kekerasan. Ini hanyalah tradisi berabad-abad yang memberi kesempatan pada peternak Swiss untuk bersosialisasi, bertukar pikiran, dan mencari hiburan.

Baca juga:
Ketika puluhan ribu anak Korut ciptakan mosaik luar biasa
Unik, 36 pria ini berpenampilan mirip Abraham Lincoln!
5 Festival bunga dari seluruh dunia
Kemeriahan Festival Internasional Mazu tarik jutaan wisatawan
Wow, festival ini dipenuhi ribuan orang kembar!

[riz]




Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • BlackBerry Passport akhirnya tersedia di Indonesia!
  • Prabowo anggap Muktamar PPP kubu SDA yang sah
  • Jelang rilis trailer, Universal unggah 2 teaser 'FURIOUS 7'
  • Berusia 30 tahun Go Hye Sun akui tak tertarik pacaran
  • Penghentian penerimaan PNS tak berlaku untuk guru dan medis
  • Pukul warga sipil, anggota polisi Bali dibui 21 hari
  • Gantikan Puan, Olly Dondokambey jadi ketua fraksi PDIP sementara
  • Ribuan lampu penerangan jalan Kota Kediri gunakan listrik curian
  • Kasus Obor Rakyat sudah sampai ke Kejaksaan Agung
  • Didampingi Ibu Ani, SBY jenguk Habibie di RSPAD
  • SHOW MORE