Jepang: Surga bagi lesbian, gay, biseksual, dan transgender

Reporter : Destriyana | Minggu, 1 Juli 2012 20:08




Jepang: Surga bagi lesbian, gay, biseksual, dan transgender
Pride Parade di Tokyo. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Jepang menjadi destinasi favorit dari turis lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) mancanegara. Faktor keamanan menjadi alasan utama mereka memilih Jepang sebagai tujuan wisata. Bagi wanita atau pria yang ingin cari jodoh di Jepang, informasi penting ini tentu sangat berguna agar kalian tidak kecewa ditengah jalan. Ada lima distrik di Jepang yang menjadi pusat para LGBT. Penasaran? Yuk kita tengok tempat-tempat mana saja yang menjadi favorit mereka!

Shinjuku Ni-Chome di Tokyo adalah pusat gay terbesar di Jepang dan bahkan dunia. Menurut japanvisitor.com, distrik tersebut menjadi tempat berkumpulnya lebih dari 34 juta gay di seluruh dunia. Tampaknya para wanita harus mengurungkan niat mereka untuk berburu jodoh di distrik Tokyo ini. Shinjuku Ni-Chome menawarkan beberapa fasilitas seperti sauna, klub seks, bar, dan masih banyak lagi. Berminat?

Osaka juga memiliki beberapa pusat gay dan lesbian. Doyama-cho adalah pusat gay dan lesbian paling terkenal di Osaka. Bagi turis yang ingin kesana, jangan datang pada akhir pekan. Semua tempat tentu akan penuh sesak oleh para LGBT lainnya. Di sini, Anda bisa menemukan puluhan bar gay yang tersebar di seluruh distrik Doyama-cho. Beberapa bar memberi sentuhan gaya barat pada aspek interior dan pelayanan mereka sehingga banyak turis asing yang berkumpul di sini.

Sapporo adalah rumah bagi beberapa perusahaan yang didirikan oleh kaum gay di Jepang. Di sini, Anda bisa menemukan komunitas gay terbesar di kawasan Jepang utara, yang juga menggagas acara tahunan Pride Parade. Parade gay semacam ini sering digelar di beberapa negara, terutama Jepang. Parade tahunan ini dikenal dengan sebutan The Sapporo Rainbow March. Bahkan, walikota Sapporo sangat bangga dengan gelaran parade gay tersebut. Pernyataan tersebut sempat ditulis oleh hajet.org yang sedang meneliti perkembangan gay di distrik tersebut.

Kota Fukuoka dinobatkan sebagai kota paling ramah bagi para gay. Kota yang menjadi ibu kota dari Prefektur Fukuoka ini memang tidak setenar Tokyo atau Nagasaki, namun kota Fukuoka adalah kota terbesar keenam di Jepang. Anda akan menemukan banyak tempat-tempat berkumpulnya gay di sekitaran blok Sumiyoshi. Sebuah wilayah yang terletak di antara Canal City dan Tenjin. Para turis bisa menemukan berbagai macam hiburan seperti klub dansa atau DJ.

Sakae yon-chome di daerah Joshidai merupakan pusat berkumpulnya para gay di Nagoya. Metro Club adalah pesta dansa bagi para gay dan lesbian yang diadakan secara internasional setiap bulan pada hari Sabtu minggu kedua. Uniknya, tradisi ini ternyata telah berlangsung sejak tahun 1993.

Jepang adalah negara yang menjunjung tinggi sebuah keberagaman, terutama untuk masalah orientasi seksual. Itulah sebabnya banyak turis mancanegara yang merasa aman dan nyaman berada di Jepang. Selain pusat-pusat wisata untuk LBGT, Jepang memang memiliki banyak destinasi cantik dengan lanskap alam yang hijau dan asri. Tak heran banyak turis yang kepincut di Jepang dan tak ingin pulang.

[des]

KUMPULAN BERITA
# Jepang# Lesbian# LGBT

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Pengoperasian KRL Kota-Tanjung Priok, KAI tunggu Kemenhub
  • Epik High siap rilis MV pasca insiden kematian 16 fans
  • Presiden SBY resmikan Museum Kepresidenan RI di Istana Bogor
  • Mayat di rumah elite dikubur sedalam 30 centimeter, lalu disemen
  • Inikah tanggapan farhat abbas untuk pesta raffi ahmad - nagita?
  • Hingga 2019, Jokowi-JK target 20 juta turis asing ke Indonesia
  • Ini sniper paling mematikan dalam sejarah militer Amerika
  • Cha Seung Won muncul perdana di depan publik pasca digugat
  • Lepas dari Billy Syahputra, Syahnaz Sadiqah 'gandeng' Baim Wong
  • Mayat di bawah paving rumah elite Surabaya diduga dibunuh rekan
  • SHOW MORE