Maestro Ludruk yang Terlupakan

    Fenomena 'wanita jadi-jadian' dalam kesenian Ludruk

    Reporter : Kun Sila Ananda | Minggu, 21 Oktober 2012 14:12

    Fenomena 'wanita jadi-jadian' dalam kesenian Ludruk
    Ludruk. ©2012 Merdeka.com

    Merdeka.com - Crossdressing, mungkin Anda masih kurang familiar dengan istilah ini. Crossdressing atau disebut juga transvestisme mengacu pada praktik berpakaian dan berperilaku seperti lawan jenis. Kebanyakan corssdressing dilakukan oleh pria yang kemudian berdandan seperti wanita.

    Dalam kesenian tradisional seperti ludruk, praktik crossdressing ternyata juga sudah ada sejak dulu. Dalam lawakan, tak jarang pemain ludruk pria yang berperan sebagai wanita sehingga terlihat seperti 'banci'. Selain dalam lawakan, dulunya penari 'tandak' dalam ludruk juga seorang crossdressing.

    Tandak adalah seorang penari yang biasanya mengiringi kesenian ludruk. Dulunya, tandak diperankan oleh pria yang berpakaian, menari, dan menyanyi seperti wanita.

    Meski terdengar sepele, menjadi tandak tidaklah mudah. Seorang tandak harus memiliki ketrampilan berperilaku, menari, bahkan bersuara seperti wanita. Karena kebiasaan di panggung, tak jarang pula perilaku tandak yang 'kewanita-wanitaan' terbawa ke kehidupan nyata.

    "Kalau dulu ya sampai ke kehidupan nyata. Kalau di panggung seperti wanita di kehidupannya sehari-hari juga seperti wanita" ungkap Suyono, seorang seniman Ludruk asal Malang, pada merdeka.com (15/10).

    Menurut Suyono, pelaku crossdress dalam ludruk menjadi feminin karena kebiasaan saja. Ini tidak sama dengan perilaku crossdress yang ada saat ini. Dilihat dari ranah psikologis, crossdress biasanya berkaitan dengan pemenuhan seksual pria yang ingin mengungkapkan sisi feminin mereka dengan bebas.

    Namun saat ini diakui Suyono bahwa praktik crossdress sudah tak ada dalam Ludruk.

    "Sekarang sudah tidak ada. Mereka dinasihati biar tidak seperti itu. Kalian boleh seperti wanita di atas panggung, kalau di luar biasa saja," papar Suyono. "Kalau sekarang, tandak ya perempuan beneran," tambahnya.

    Walaupun praktik crossdressing di Ludruk sudah hampir tak terjadi, saat ini masih banyak pria yang berpakaian seperti wanita di kegiatan lainnya, misalkan seperti yang dilakukan costume player (cosplay) atau orang-orang yang memang melakukan crosdressing untuk alasan psikologis.

    [kun]

    Komentar Anda


    Suka artikel ini ?
    Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


    JANGAN LEWATKAN BERITA
    Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

    Let's be smart, read the news in a new way.
    Tutup
    Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
    Kirim ke

    Free Content

    • URL Blog

    • Contoh : merdeka.wordpress.com

    • Email

    • Password


    saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





    Be Smart, Read More
    Back to the top

    Today #mTAG
    LATEST UPDATE
  • Di akhir masa jabatan, Ahok ingin berfoto pakai baju adat Betawi
  • Bandung Message bawa pesan toleransi antar umat manusia
  • Rano Karno yakin video Sekda Banten tidak ada konteks rampok APBD
  • Jelang Akad, putra Risty Tagor beri semangat kepada Stuart Collin
  • Terjaring razia, PSK di Serang bakal diarak keliling kota
  • Proyek listrik 35.000 MW, swasta asing berkuasa & negara tak berdaya
  • Diancam dibunuh, siswi SMP digerayangi abang ipar di kamar mandi
  • Ini kepala negara yang bakal bawa jet pribadi ke KAA
  • Inilah suasana resepsi pernikahan serba putih Risty Tagor-Stuart Collin
  • Ahok berpantun di pagelaran seni budaya Betawi
  • SHOW MORE