Petugas menghitung pecahan uang USD 100 di jasa penukaran uang di Melawai, Jakarta, Rabu (28/9/2022). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot ditutup melemah pada perdagangan Rabu (28/9/2022).
Kurs Rupiah
Petugas menghitung pecahan uang USD 100 di jasa penukaran uang di Melawai, Jakarta, Rabu (28/9/2022). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar spot ditutup melemah pada perdagangan Rabu (28/9/2022).
Pelemahan ini seiring dengan indeks mata uang dolar AS yang terus mengalami peningkatan nilai.
Pukul 10.41 WIB pada perdagangan Rabu (28/9/2022) nilai tukar rupiah tembus Rp15.236 per dolar AS.
Kenaikan dolar membuat nilai tukar rupiah terus bergerak di zona negatif di pasar spot.
Pergerakannya bahkan sempat menyentuh di level terendah yakni Rp15.279 per dolar AS.
Pengusaha sudah mulai waspada ketika rupiah menyentuh level Rp17.000 per dolar AS, namun pelemahan yang berlanjut hingga menembus level Rp17.600 per USD.
Baca SelengkapnyaSaat pelemahan mata uang tidak lagi sekadar persoalan fundamental.
Baca SelengkapnyaLaode belum bisa memastikan apakah pelemahan nilai tukar mata uang garuda bakal turut menyebabkan harga BBM naik pada bulan berikutnya.
Baca SelengkapnyaMenteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa memastikan beban subsidi pemerintah masih bisa ditangani di tengah pelemahan nilai tukar.
Baca SelengkapnyaTidak semua mata uang Asia mengalami nasib serupa. Ringgit Malaysia dan dolar Singapura justru relatif lebih stabil dibanding rupiah.
Baca SelengkapnyaPertumbuhan ekonomi yang kuat biasanya menjadi sentimen positif bagi mata uang suatu negara. Namun kali ini, rupiah justru bergerak berlawanan arah.
Baca SelengkapnyaPelemahan rupiah kali ini dipicu kombinasi faktor global dan domestik. Mulai dari memanasnya konflik di Timur Tengah, lonjakan harga minyak dunia.
Baca SelengkapnyaNamun pada pukul 10.20 WIB, kurs rupiah telah menembus Rp 17.510 per USD berdasarkan data wise.com.
Baca SelengkapnyaReza menjelaskan, kenaikan kurs dolar otomatis membuat biaya yang harus ditanggung emiten menjadi lebih mahal.
Baca SelengkapnyaIbrahim menilai, pelemahan rupiah masih dipengaruhi gejolak geopolitik antara Amerika Serikat dengan Iran.
Baca SelengkapnyaInvestor global cenderung menghindari risiko nilai tukar yang tinggi, sehingga memilih mengalihkan dananya ke aset yang lebih stabil.
Baca SelengkapnyaTujuh strategi itu, yang pertama, Bank Indonesia terus memperkuat intervensi di pasar valuta asing, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Baca Selengkapnya