Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan pengarahan di hadapan prajurit Grup 1 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) saat mengecek senjata bertempat di Serang, Banten, Selasa (30/4).
Panglima TNI Marsekal Hadi
Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan pengarahan di hadapan prajurit Grup 1 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) saat mengecek senjata bertempat di Serang, Banten, Selasa (30/4).
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto berpesan agar prajurit Kopassus meningkatkan profesionalismenya untuk menjadi seorang ksatria pembela tanah air dan keselamatan bangsa serta memiliki loyalitas yang tinggi kepada pimpinan tertinggi yaitu Presiden.
Hal tersebut diungkap saat memberikan pengarahan di hadapan 600 prajurit Grup 1 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) di Aula Griya Sena Baladika Grup 1 Kopassus di Serang, Banten, Selasa (30/4).
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menaiki mobil jip militer dengan iring-iringan pasukan Kopassus di belakangnya saat akan cek senjata Grup I Kopassus di Serang, Banten, Selasa (30/4).
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat tiba di Serang dengan menggunakan helikopter.
Sjafrie menyebut, dengan kehadiran Yonif TP, angka kriminalitas seperti aksi begal di kabupaten/kota bisa menjadi turun secara drastis.
Baca SelengkapnyaDalam rekaman yang beredar, terlihat Sertu MRR bersama sejumlah rekannya memasuki Kafe Panhead Palembang pada Sabtu (16/5) dini hari.
Baca SelengkapnyaZulhas menyampaikan, pengolahan sampah menjadi BBM merupakan bagian dari transformasi besar pengelolaan sampah.
Baca Selengkapnya
Sjafrie menyebut, pembagian tugas yakni TNI Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Laut (AL) nantinya akan mengurusi bidang pertanian dan pangan.
Baca SelengkapnyaDari temuan awal TNI ditemukan granat di lokasi memiliki karakteristik tidak sesuai dengan granat standar digunakan TNI.
Baca SelengkapnyaMotif itu diungkap Mayor Chk Wasinton saat pembacaan tuntutan di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Senin (18/5).
Baca SelengkapnyaDalam persidangan tersebut, masing-masing terdakwa dituntut hukuman berbeda sesuai peran dan keterlibatan dalam perkara tersebut.
Baca Selengkapnya
Klarifikasi itu disampaikan secara terbuka melalui rekaman video yang dibagikan kepada awak media di Timika.
Baca SelengkapnyaPeristiwa tersebut mengakibatkan Pratu Ferischal Alfarizky Abelsa, personel Denkesyah Palembang Kesdam II/Sriwijaya, meninggal dunia.
Baca SelengkapnyaPenembakan berawal saat Sertu MRR dan saksi Pratu BI terlibat cekcok mulut terkait masalah pribadi.
Baca SelengkapnyaKorban terkena tembakan di perut hingga mengalami pendarahan hebat.
Baca SelengkapnyaPenangkapan ini merupakan bagian dari pengembangan penyidikan kasus penembakan yang terjadi di Palembang dan tengah didalami lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Baca Selengkapnya