Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Kasus Mafia Tanah, Mantan ART Ibunda Nirina Zubir Divonis 13 Tahun Penjara

Kasus Mafia Tanah, Mantan ART Ibunda Nirina Zubir Divonis 13 Tahun Penjara

Nirina Zubir

merdeka.com
Geser ke atas untuk membaca
Kasus Mafia Tanah, Mantan ART Ibunda Nirina Zubir Divonis 13 Tahun Penjara

Hakim membacakan vonis dalam sidang putusan kasus mafia tanah dengan terdakwa mantan asisten rumah tangga Ibunda Nirina Zubir, Riri Khasmita dan Edrianto di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (16/8/2022). Dalam sidang putusan tersebut terdakwa Riri Khasmita dan Edrianto dinyatakan bersalah atas kasus tindak pidana pemalsuan surat dan tindak pidana pencucian uang. Keduanya divonis penjara selama 13 tahun penjara dan denda masing-masing sebesar Rp1 miliar.

Kasus Mafia Tanah, Mantan ART Ibunda Nirina Zubir Divonis 13 Tahun Penjara

Suasana sidang putusan kasus mafia tanah dengan terdakwa mantan asisten rumah tangga Ibunda Nirina Zubir, Riri Khasmita dan Edrianto di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (16/8/2022). Dalam sidang putusan tersebut terdakwa Riri Khasmita dan Edrianto dinyatakan bersalah atas kasus tindak pidana pemalsuan surat dan tindak pidana pencucian uang. Keduanya divonis penjara selama 13 tahun penjara dan denda masing-masing sebesar Rp1 miliar.

Kasus Mafia Tanah, Mantan ART Ibunda Nirina Zubir Divonis 13 Tahun Penjara

Suasana sidang putusan kasus mafia tanah dengan terdakwa mantan asisten rumah tangga Ibunda Nirina Zubir, Riri Khasmita dan Edrianto di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (16/8/2022). Dalam sidang putusan tersebut terdakwa Riri Khasmita dan Edrianto dinyatakan bersalah atas kasus tindak pidana pemalsuan surat dan tindak pidana pencucian uang. Keduanya divonis penjara selama 13 tahun penjara dan denda masing-masing sebesar Rp1 miliar.

Kasus Mafia Tanah, Mantan ART Ibunda Nirina Zubir Divonis 13 Tahun Penjara

Suami Nirina Zubir, Ernest Fardiyan Syarif saat menghadiri sidang putusan kasus mafia tanah dengan terdakwa mantan asisten rumah tangga Ibunda Nirina Zubir, Riri Khasmita dan Edrianto di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (16/8/2022). Dalam sidang putusan tersebut terdakwa Riri Khasmita dan Edrianto dinyatakan bersalah atas kasus tindak pidana pemalsuan surat dan tindak pidana pencucian uang. Keduanya divonis penjara selama 13 tahun penjara dan denda masing-masing sebesar Rp1 miliar.

Wakil Ketua Baleg Soroti Pentingnya Integrasi Data dan Pembenahan Tata Kelola Pertanahan
Wakil Ketua Baleg Soroti Pentingnya Integrasi Data dan Pembenahan Tata Kelola Pertanahan

Perbedaan atau ketidaksinkronan data antarinstansi berpotensi memengaruhi analisis dan keputusan yang diambil pemerintah.

Baca Selengkapnya
Kini Mbah Tupon Bisa Tidur Nyenyak
Kini Mbah Tupon Bisa Tidur Nyenyak

Pengembalian sertifikat tanah milik Mbah Tupon ini dilakukan oleh Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dan Kepala Kejaksaan Negeri Bantul Kristanti Yuni Purwanti.

Baca Selengkapnya
Leo Pictures Perkenalkan 10 Pemeran Baru Film Jangan Buang Ibu Hasil Casting Online
Leo Pictures Perkenalkan 10 Pemeran Baru Film Jangan Buang Ibu Hasil Casting Online

Rumah produksi Leo Pictures mengumumkan 10 pemeran baru film Jangan Buang Ibu, hasil seleksi casting online, siap beradu akting dengan Nirina Zubir dan Dwi Sasono.

Baca Selengkapnya
Amanda Manopo Tetap Profesional Promosikan Film
Amanda Manopo Tetap Profesional Promosikan Film "Jangan Buang Ibu" Meski Hamil

Aktris Amanda Manopo menunjukkan dedikasi tinggi dengan tetap hadir di promosi film terbarunya, "Jangan Buang Ibu", meskipun sedang hamil trimester pertama, memukau publik dengan profesionalismenya.

Baca Selengkapnya
Totalitas Nirina Zubir di Film Jangan Buang Ibu: Perankan Tiga Fase Usia dengan Riasan Empat Jam
Totalitas Nirina Zubir di Film Jangan Buang Ibu: Perankan Tiga Fase Usia dengan Riasan Empat Jam

Aktris Nirina Zubir menunjukkan totalitas luar biasa dalam film "Jangan Buang Ibu", memerankan karakter ibu dari usia 30-an hingga 70 tahun, memerlukan riasan prostetik hingga empat jam setiap hari untuk menghidupkan perannya.

Baca Selengkapnya
Mafia Tanah Sulit Diberantas, Menteri ATR Nusron Wahid: Sampai Kiamat Kurang 2 Hari Masih Ada
Mafia Tanah Sulit Diberantas, Menteri ATR Nusron Wahid: Sampai Kiamat Kurang 2 Hari Masih Ada

Nusron menyebut bahwa untuk melawan mafia tanah perlu memperkuat internal BPN.

Baca Selengkapnya
Ungkap Kejanggalan dalam Sengketa Tanah Jusuf Kalla Vs GMTD, Nusron Wahid: Ada yang Tidak Proper di Internal BPN
Ungkap Kejanggalan dalam Sengketa Tanah Jusuf Kalla Vs GMTD, Nusron Wahid: Ada yang Tidak Proper di Internal BPN

Nusron mengaku akan membenahi permasalahan tersebut, sehingga kesalahan tidak terulang kembali.

Baca Selengkapnya
Sengketa Tanah PT Hadji Kalla Vs GMTD, Pengacara JK Sebut James Riady Mau Cuci Tangan
Sengketa Tanah PT Hadji Kalla Vs GMTD, Pengacara JK Sebut James Riady Mau Cuci Tangan

Usman mengaku sudah membaca statement James Riady di media terkait sengketa tanah di Metro Tanjung Bunga.

Baca Selengkapnya
Jusuf Kalla: Mafia Tanah Harus Dilawan Bersama, Saya Juga Korban
Jusuf Kalla: Mafia Tanah Harus Dilawan Bersama, Saya Juga Korban

JK menegaskan, praktik mafia tanah menyasar siapa saja, oleh karena itu masyarakat Indonesia harus kompak bersama melawan praktik mafia tanah itu.

Baca Selengkapnya
Senator Desak Pemerintah Bongkar Akar Mafia Tanah, Kasus Jusuf Kalla Jadi Alarm
Senator Desak Pemerintah Bongkar Akar Mafia Tanah, Kasus Jusuf Kalla Jadi Alarm

Anggota DPD RI mendesak pemerintah membongkar tuntas jaringan mafia tanah setelah kasus dugaan penyerobotan lahan Jusuf Kalla mencuat, menjadi momentum reformasi pertanahan nasional.

Baca Selengkapnya
Jusuf Kalla Geram Mafia Tanah di Lahan GMTD Makassar, Tuding Ada Permainan Lippo Group
Jusuf Kalla Geram Mafia Tanah di Lahan GMTD Makassar, Tuding Ada Permainan Lippo Group

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla geram atas dugaan permainan mafia tanah yang mengklaim lahan miliknya di GMTD Makassar. Ia menuding ada rekayasa kasus melibatkan Lippo Group dan akan menempuh jalur hukum.

Baca Selengkapnya
Tanah Warisan Jadi Sengketa, Ashanty Tegas Akan Perjuangkan Hak Keluarga
Tanah Warisan Jadi Sengketa, Ashanty Tegas Akan Perjuangkan Hak Keluarga

Ashanty merasa kecewa karena pihak pengembang melanjutkan proyek pembangunan di tanah warisan ayahnya di Depok, Jawa Barat.

Baca Selengkapnya