Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi beserta jajaran menunjukkan barang bukti saat rilis kasus pemukulan anggota Satres Narkoba Polres Jakarta Barat Brigadir Rizal oleh bandar sabu di RS Polri Sukamto, Kramat Jati, Jakarta, Minggu (7/1).
penganiayaan
Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi beserta jajaran menunjukkan barang bukti saat rilis kasus pemukulan anggota Satres Narkoba Polres Jakarta Barat Brigadir Rizal oleh bandar sabu di RS Polri Sukamto, Kramat Jati, Jakarta, Minggu (7/1).
Barang bukti balok kayu yang dipegang Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi merupakan alat yang digunakan pelaku bandar sabu untuk memukul anggota Satres Narkoba Polres Jakarta Barat, Brigadir Rizal.
Brigadir Rizal mengalami gegar otak setelah dipukul dengan kayu balok oleh AS (33) yang diketahui sebagai bandar sabu saat melakukan penangkapan di kawasan Kampung Janis Bandengan Selatan, Jakarta Utara pada Jumat (5/1) lalu.
AS yang merupakan bandar sabu senior di wilayah Tambora kemudian melarikan diri bersama istri SA (33) yang juga dikenal dengan sebutan Ratu Sabu ke wilayah Tangerang.
AS terpaksa ditembak tepat di bagian dada hingga akhirnya meninggal dunia akibat melakukan perlawanan terhadap polisi dengan pisau dapur saat diminta menunjukkan barang bukti sabu dan alat yang digunakan untuk memukul Brigadir Rizal di rumahnya.
Barang bukti yang diamankan antara lain, 2 paket sabu 1,42 gram, 1 paket sabu 0,25 gram, sebilah pisau dapur, sebuah kayu kaso, 1 buah bong kaca beserta cangklong, dan 2 buah ponsel.
Salah satu barang bukti berupa botol yang ditampilkan dalam rilis kasus pemukulan anggota Satres Narkoba Polres Jakarta Barat Brigadir Rizal oleh bandar sabu di RS Polri Sukamto, Kramat Jati, Jakarta, Minggu (7/1).
Peristiwa itu bermula saat korban, AN (26) bertandang ke rumah keluarganya di Desa Penyandingan, Minggu (1/6) malam.
Baca SelengkapnyaArman menjelaskan usai beredar video warga terkena busur, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.
Baca SelengkapnyaBerdasarkan hasil penyelidikan, kata Suprianto, HZM mengakui ikut dalam kelompok geng motor bernama Calon Imam. Geng motor ini sering meresahkan warga.
Baca SelengkapnyaSaat ini penyidik kini tinggal melakukan pemeriksaan terhadap pihak teradu atau terlapor dalam kasus dugaan penganiayaan tersebut.
Baca Selengkapnya
Polresta Pontianak berhasil mengungkap 46 kasus narkotika dan mengamankan 67 tersangka dari Januari hingga Mei 2026. Pengungkapan Narkotika Polresta Pontianak ini menunjukkan peredaran narkoba di Kota Pontianak masih menjadi ancaman serius.
Baca SelengkapnyaPolisi juga menyita minuman keras jenis Intisari serta ratusan obat terlarang dengan rincian 70 butir Reklona, 563 butir Alprazolam, dan 310 butir Trihex.
Baca SelengkapnyaTM ditangkap di Jalan Melati Raya, Kampung Rawa Bambu, Medan Satria, Kota Bekasi pada 7 April 2026.
Baca SelengkapnyaMenurut dia, pengguna obat keras memperlihatkan gerakan yang dinilai tak wajar.
Baca Selengkapnya
Satuan Reserse Narkoba Polres Sergai berhasil mengungkap 14 kasus narkoba dengan mengamankan 23 tersangka dan barang bukti sabu dalam operasi Grebek Sarang Narkoba, menunjukkan komitmen Polres Sergai Ungkap Kasus Narkoba di wilayahnya.
Baca Selengkapnya
Suku Dinas Sosial Pesanggrahan, Jakarta Selatan, menegaskan penanganan kesehatan ODGJ gratis melalui BPJS Kesehatan, memastikan akses layanan bagi mereka yang membutuhkan.
Baca Selengkapnya
Polsek Pesanggrahan berhasil mengamankan seorang wanita berinisial NS (30) yang menjadi pelaku penganiayaan di Jaklingko rute 49 Lebak Bulus-Cipulir, memicu pertanyaan tentang keamanan transportasi publik.
Baca SelengkapnyaSeorang pemuda asal NTT tewas ditusuk rekannya di sebuah kos di Bali usai menegur pelaku yang ribut dengan ayahnya saat pesta miras.
Baca Selengkapnya