Aktivis KontraS membawa poster berbagai macam isu HAM saat menggelar aksi di Bundaran HI Jakarta, Kamis (10/12). Aksi tersebut dilakukan untuk memperingati Hari HAM Internasional yang jatuh pada tanggal 10 Desember 2015.
aktivis
Aktivis KontraS membawa poster berbagai macam isu HAM saat menggelar aksi di Bundaran HI Jakarta, Kamis (10/12). Aksi tersebut dilakukan untuk memperingati Hari HAM Internasional yang jatuh pada tanggal 10 Desember 2015.
Aktivis KontraS membawa poster berbagai macam isu HAM saat menggelar aksi di Bundaran HI Jakarta, Kamis (10/12).
Aktivis KontraS membawa poster berbagai macam isu HAM saat menggelar aksi di Bundaran HI Jakarta, Kamis (10/12).
Aktivis KontraS membawa poster berbagai macam isu HAM saat menggelar aksi di Bundaran HI Jakarta, Kamis (10/12).
Aktivis KontraS membawa poster berbagai macam isu HAM saat menggelar aksi di Bundaran HI Jakarta, Kamis (10/12).
Aktivis KontraS membawa poster berbagai macam isu HAM saat menggelar aksi di Bundaran HI Jakarta, Kamis (10/12).
Penilaian tersebut disampaikan saat Oditur membacakan tuntutan terhadap empat terdakwa dalam sidang yang digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu.
Baca Selengkapnya
Tuntutan tersebut dibacakan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Rabu (3/6/2026).
Baca SelengkapnyaHakim menilai keterangan Andrie diperlukan guna mengungkap dugaan teror yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.
Baca SelengkapnyaDalam persidangan tersebut, Agus memberikan keterangan berdasarkan kapasitas keilmuannya.
Baca SelengkapnyaAlasan medis yang membuatnya tak dapat hadir langsung di persidangan mendorong hakim mencari alternatif agar tetap bisa memperoleh keterangan dari korban.
Baca Selengkapnya
Komnas HAM memberikan tanggapan terhadap pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai mengenai rencana pembentukan tim asesor yang akan melibatkan aktivis HAM.
Baca Selengkapnya
Menteri HAM Natalius Pigai menekankan bahwa berita yang menyebutkan tentang tim asesor yang menetapkan status pembela HAM adalah tidak benar.
Baca SelengkapnyaMereka adalah Kolonel Chk Fredy Ferdian sebagai hakim ketua, didampingi dua hakim anggota Letnan Kolonel Kum Irwan Tasri dan Mayor Laut (H) M. Zainal Abidin.
Baca Selengkapnya
Sidang perdana perkara tersebut dijadwalkan berlangsung di Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada Rabu, 29 April 2026.
Baca Selengkapnya
Komnas HAM menyatakan serangan yang menewaskan warga sipil di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, adalah pelanggaran HAM. Temukan mengapa insiden ini memicu keprihatinan serius.
Baca SelengkapnyaMeski jadwal sudah ditentukan, ia menekankan adanya ketidakpercayaan yang mendalam terhadap forum tersebut untuk menuntaskan kasus secara adil.
Baca Selengkapnya
Komnas HAM mendesak pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) dalam penanganan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, guna memperkuat transparansi dan akuntabilitas proses hukum.
Baca Selengkapnya