Demonstran menembakkan mortir buatan sendiri selama bentrokan dengan polisi anti huru-hara di Quito, Ekuador (9/10/2019).
Ekuador
Demonstran menembakkan mortir buatan sendiri selama bentrokan dengan polisi anti huru-hara di Quito, Ekuador (9/10/2019).
Ribuan orang yang terdiri dari serikat pekerja, petani dan masyarakat menggelar aksi protes untuk menentang keputusan Presiden Ekuador, Lenin Moreno yang memangkas subsidi bahan bakar.
Dalam aksinya mereka turun ke jalan memadati sudut Kota Quito, dan menyerang petugas dengan sejumlah senjata buatan sendiri di antaranya seperti mortir, bom molotov dan ketapel.
Demonstran berlindung saat petugas menembakkan gas air mata. Aksi bentrokan tersebut pecah setelah pemerintah memangkas subsidi dan menaikkan harga bahan bakar sebagai bagian dari perjanjian dengan Dana Moneter Internasional.
Demonstran menggunakan ketapel saat terlibat bentrok dengan polisi anti huru-hara di Quito, Ekuador (9/10/2019).
Demonstran menyiapkan bom molotov saat akan menyerang polisi anti huru-hara dalam bentrokan di Quito, Ekuador (9/10/2019).
Para pedagang menuntut dapat bertemu langsung dengan Wali Kota Binjai, Amir Hamzah, guna mempertanyakan kelanjutan nasib mereka pascapenggusuran.
Baca SelengkapnyaAdapun aksi unjuk rasa yang diinisiasi gabungan mahasiswa dan elemen masyarakat sipil.
Baca Selengkapnya
Demonstrasi berakhir ricuh karena para pengunjuk rasa merasa kecewa ketika gubernur Kalimantan Timur tidak muncul untuk menemui mereka.
Baca SelengkapnyaDia menyebut gejolak demo seperti saat Agustus 2025 terjadi karena sejumlah persoalan yang meresahkan masyarakat tak kunjung selesai.
Baca Selengkapnya
Ratusan aparat gabungan disiagakan di Nabire untuk mengamankan aksi penolakan operasi PT Freeport Indonesia, dengan fokus pada pencegahan long march demi stabilitas keamanan.
Baca SelengkapnyaKetiga terdakwa diproses hukum karena membuat dan menyebarkan flyer ajakan untuk berkumpul di kawasan Ngarsopuro depan Mangkunegaran.
Baca Selengkapnya
Ratusan massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta sebagai respons atas meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Baca Selengkapnya
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa permintaan ganti rugi materiel Delpedro Marhaen harus melalui praperadilan, bukan langsung dari pemerintah, sesuai KUHAP baru.
Baca SelengkapnyaKeduanya ditangkap setelah diduga menerima uang hasil pemerasan di lingkungan Kantor DPRD Kota Gunungsitoli.
Baca SelengkapnyaSelain itu, pihak kepolisian juga mengajak sholawatan bersama massa aksi menjelamg waktu buka puasa.
Baca SelengkapnyaKedatangan para mahasiswa tampak sambil menyanyikan lagu-lagu perjuangan untuk meningkatkan semangat massa aksi.
Baca SelengkapnyaKepolisian membantah informasi yang beredar mengenai adanya tembakan gas air mata maupun tembakan peringatan.
Baca Selengkapnya