Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Semangat gadis 14 tahun asal Suriah tolak keras pernikahan dini

Semangat gadis 14 tahun asal Suriah tolak keras pernikahan dini

Konflik Suriah

merdeka.com
Geser ke atas untuk membaca
Semangat gadis 14 tahun asal Suriah tolak keras pernikahan dini

Pengungsi asal Suriah, Omayma Al Hushan berbicara di hadapan rekan-rekannya mengenai perlawanan terhadap pernikahan di bawah umur di sebuah sekolah di kamp pengungsi Al Zaatari, Mafraq, Yordania (21/4). Meski usianya baru menginjak 14 tahun, Omayma sangat aktif menyerukan perlawanan terhadap pernikahan dini yang marak di Suriah.

Semangat gadis 14 tahun asal Suriah tolak keras pernikahan dini

Omayma saat berbicara di hadapan rekan-rekannya mengenai perlawanan terhadap pernikahan di bawah umur di sebuah sekolah di kamp pengungsi Al Zaatari, Mafraq, Yordania (21/4).

Semangat gadis 14 tahun asal Suriah tolak keras pernikahan dini

Omayma ketika sepulang sekolah di kamp pengungsi Al Zaatari, Mafraq, Yordania (21/4).

Semangat gadis 14 tahun asal Suriah tolak keras pernikahan dini

Omayma membicarakan perlawanan terhadap pernikahan di bawah umur dengan keluarga di rumahnya di kamp pengungsi Al Zaatari, Mafraq, Yordania (21/4).

Semangat gadis 14 tahun asal Suriah tolak keras pernikahan dini

Omayma ketika membantu sang ibu memasak di rumahnya di kamp pengungsi Al Zaatari, Mafraq, Yordania (21/4).

Semangat gadis 14 tahun asal Suriah tolak keras pernikahan dini

Omayma bersama boneka kesayangannya di rumahnya di kamp pengungsi Al Zaatari, Mafraq, Yordania (21/4).

BKKBN Aceh Intensifkan Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja di Tengah Arus Informasi
BKKBN Aceh Intensifkan Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja di Tengah Arus Informasi

Perwakilan BKKBN Aceh gencar lakukan edukasi kesehatan reproduksi remaja di tengah arus informasi yang cepat, membekali generasi muda pemahaman penting agar mampu mengambil keputusan sehat dan bertanggung jawab.

Baca Selengkapnya
Mayoritas Warga Israel Yakini Tentara Mereka Tidak Pernah Menang Perang Manapun Sejak Oktober 2023
Mayoritas Warga Israel Yakini Tentara Mereka Tidak Pernah Menang Perang Manapun Sejak Oktober 2023

Sebuah survei di Israel mengungkap tanggapan warga terhadap aksi militer tentara mereka sejak Oktober 2023.

Baca Selengkapnya
PKK Mimika Fokus Tanggulangi Kekerasan Perempuan dan Anak di Papua Tengah
PKK Mimika Fokus Tanggulangi Kekerasan Perempuan dan Anak di Papua Tengah

Tim Penggerak PKK Mimika secara serius menanggulangi masalah kekerasan perempuan dan anak, pernikahan dini, dan putus sekolah yang masih marak di Papua Tengah, melalui berbagai program edukasi dan pemberdayaan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan se

Baca Selengkapnya
Pemkot Pekalongan Perkuat Edukasi Pranikah Tekan Angka Perceraian, Wujudkan Keluarga Harmonis
Pemkot Pekalongan Perkuat Edukasi Pranikah Tekan Angka Perceraian, Wujudkan Keluarga Harmonis

Pemerintah Kota Pekalongan memperkuat edukasi pranikah bagi calon pengantin untuk menekan angka perceraian. Langkah ini diharapkan menciptakan keluarga yang lebih siap dan harmonis di tengah dinamika sosial.

Baca Selengkapnya
Perda Kesehatan Reproduksi Sigi Diharapkan Tekan Pernikahan Dini dan Stunting
Perda Kesehatan Reproduksi Sigi Diharapkan Tekan Pernikahan Dini dan Stunting

Pemerintah Kabupaten Sigi serius mengimplementasikan Perda Kesehatan Reproduksi demi mencegah pernikahan dini dan menekan angka stunting di daerah, memastikan kualitas tumbuh kembang anak.

Baca Selengkapnya
Pemprov Sulsel Dalami Dugaan Perkawinan Anak Viral di Luwu, Libatkan Siswi SMA
Pemprov Sulsel Dalami Dugaan Perkawinan Anak Viral di Luwu, Libatkan Siswi SMA

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan serius mendalami dugaan perkawinan anak yang viral di Luwu, melibatkan siswi SMA dan pria 71 tahun. Kasus dugaan perkawinan anak ini menjadi perhatian publik. Apa langkah selanjutnya yang akan diambil Pemprov Sulsel?

Baca Selengkapnya
Akses Pendidikan Layak: Strategi Kemendukbangga/BKKBN Cegah Pernikahan Dini dan Stunting
Akses Pendidikan Layak: Strategi Kemendukbangga/BKKBN Cegah Pernikahan Dini dan Stunting

Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN (Kemendukbangga/BKKBN) menegaskan akses pendidikan layak menjadi kunci utama mencegah pernikahan dini, yang berisiko tinggi menyebabkan stunting dan perceraian, demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Baca Selengkapnya
Khofifah Ajak Muslimat NU NTB Perkuat Ketahanan Keluarga, Cegah Pernikahan Dini demi Indonesia Emas
Khofifah Ajak Muslimat NU NTB Perkuat Ketahanan Keluarga, Cegah Pernikahan Dini demi Indonesia Emas

Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, menyerukan peran aktif Muslimat NU di NTB untuk mencegah pernikahan dini dan memperkuat ketahanan keluarga demi masa depan bangsa.

Baca Selengkapnya
Pemkab Lombok Utara Tetapkan SOP Pencegahan Perkawinan Anak, Perkuat Masa Depan Generasi
Pemkab Lombok Utara Tetapkan SOP Pencegahan Perkawinan Anak, Perkuat Masa Depan Generasi

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menginisiasi penetapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pencegahan Perkawinan Anak, sebuah langkah konkret untuk melindungi generasi muda dari dampak negatif pernikahan usia dini.

Baca Selengkapnya
Pemkab Kuningan Genjot Peningkatan Rata-rata Lama Sekolah hingga Pelosok Desa
Pemkab Kuningan Genjot Peningkatan Rata-rata Lama Sekolah hingga Pelosok Desa

Pemerintah Kabupaten Kuningan bertekad mempercepat Peningkatan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) hingga ke pelosok desa, melibatkan berbagai pihak untuk mengatasi tantangan pendidikan dan kualitas SDM.

Baca Selengkapnya
Disdikbud Sigi Perkuat Kolaborasi OPD untuk Percepat Penanganan Anak Tidak Sekolah
Disdikbud Sigi Perkuat Kolaborasi OPD untuk Percepat Penanganan Anak Tidak Sekolah

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sigi mengintensifkan kolaborasi lintas OPD untuk menekan angka Penanganan Anak Tidak Sekolah, yang masih menjadi prioritas di Sulawesi Tengah.

Baca Selengkapnya
Psikolog Tekankan Aspek Perkembangan Kunci dalam Pencegahan Perkawinan Anak
Psikolog Tekankan Aspek Perkembangan Kunci dalam Pencegahan Perkawinan Anak

Psikolog anak dan remaja menyoroti pentingnya aspek perkembangan kognitif dan emosional sebagai dasar pencegahan perkawinan anak, yang seringkali dianggap solusi padahal berisiko.

Baca Selengkapnya