Presiden Rusia, Vladimir Putin berdiri di tengah hujan lebat saat menghadiri upacara kehormatan untuk memperingati invasi Nazi Jerman pada tahun 1941 di Benteng Kremlin di Moskow, Rusia, Kamis (22/6).
Vladimir Putin
Presiden Rusia, Vladimir Putin berdiri di tengah hujan lebat saat menghadiri upacara kehormatan untuk memperingati invasi Nazi Jerman pada tahun 1941 di Benteng Kremlin di Moskow, Rusia, Kamis (22/6).
Presiden Rusia, Vladimir Putin yang rela basah kuyup itu melakukan peletakkan karangan bunga di tengah hujan deras di Benteng Kremlin di Moskow.
Peletakkan bunga tersebut sebagai bentuk peringatan kekalahan Nazi Jerman atas Uni Soviet pada tahun 1941.
Vladimir Putin yang merapikan dasi dan kemejanya di tengah guyuran hujan saat menghadiri upacara kehormatan untuk memperingati invasi Nazi Jerman pada tahun 1941 di Benteng Kremlin, Moskow.
Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan peletakan bunga saat menghadiri upacara peringatan invasi Nazi Jerman di Benteng Kremlin.
Menurut Putin, muslim di Rusia terbukti punya peran besar dalam membangun negara.
Baca SelengkapnyaMenurut Putin, muslim di Rusia terbukti punya peran besar dalam membangun negara.
Baca Selengkapnya
Hal itu memicu kecemasan baru terkait aktivitas mata-mata asing yang berada dekat dengan wilayah AS.
Baca Selengkapnya
Rusia dan Vietnam mengukuhkan kemitraan strategis dengan rencana Kerja Sama Maritim hingga 2030 di Moskow. Mencakup pembangunan kapal, pelatihan, keamanan pelayaran, dan Koridor Trans-Arktik.
Baca Selengkapnya
Tim Olimpiade Biologi Indonesia (TOBI) berhasil membawa pulang tujuh medali dari ajang OIBO 2026 di Rusia, menunjukkan potensi besar talenta muda sains Indonesia di kancah internasional.
Baca Selengkapnya
Kunjungan Presiden Putin ke China direncanakan akan berlangsung dalam waktu dekat.
Baca SelengkapnyaKedua menlu tersebut juga membahas kerja sama Teheran dan Moskow di bidang energi dan transportasi.
Baca SelengkapnyaPenandatanganan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Deputi Pertama Perdana Menteri Rusia Denis Manturov.
Baca Selengkapnya
Rudal ini dirancang sebagai pengganti sistem Voyevoda yang berasal dari era Uni Soviet, yang kini sudah tidak lagi efektif.
Baca Selengkapnya
Rudal ini dirancang sebagai pengganti sistem Voyevoda yang berasal dari era Uni Soviet, yang kini sudah tidak lagi efektif.
Baca Selengkapnya
Berikut syarat yang diinginkan oleh Putin bertemu Zelenskyy.
Baca Selengkapnya
Ketiga WNA tersebut berinisial AR (27) dan ED (22) asal Rusia, serta EJN (21) asal Nigeria.
Baca Selengkapnya