Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Pengunjuk Rasa Hong Kong Protes Kekerasan Seksual oleh Polisi

Pengunjuk Rasa Hong Kong Protes Kekerasan Seksual oleh Polisi

Protes Hong Kong

merdeka.com
Geser ke atas untuk membaca
Pengunjuk Rasa Hong Kong Protes Kekerasan Seksual oleh Polisi

Pengunjuk rasa membawa pakaian dalam aksi protes mengecam dugaan kekerasan seksual oleh polisi di Hong Kong, Rabu (28/8) malam. Pengunjuk rasa menuding polisi Hong Kong telah melakukan pelecehan seksual terhadap demonstran wanita yang sedang ditahan.

Pengunjuk Rasa Hong Kong Protes Kekerasan Seksual oleh Polisi

Dalam aksinya, pengunjuk rasa menyorotkan cahaya senter keunguan sebagai bentuk dukungan kepada korban.

Pengunjuk Rasa Hong Kong Protes Kekerasan Seksual oleh Polisi

Pengunjuk rasa juga menggemakan gerakan bertajuk '#MeToo'.

Pengunjuk Rasa Hong Kong Protes Kekerasan Seksual oleh Polisi

Unjuk rasa ini diklaim diikuti hingga 30.000 demonstran.

Pengunjuk Rasa Hong Kong Protes Kekerasan Seksual oleh Polisi

Pengunjuk rasa membawa poster bertuliskan 'Pengunjuk rasa mengalami pelecehan seksual oleh polisi Hong Kong setelah ditahan' dalam aksi protes di Hong Kong, Rabu (28/8) malam.

Pengunjuk Rasa Hong Kong Protes Kekerasan Seksual oleh Polisi

Pengunjuk rasa membawa poster bertuliskan 'Hentikan kekerasan seksual oleh polisi Hong Kong' dalam aksi protes di Hong Kong, Rabu (28/8) malam.

Pengunjuk Rasa Hong Kong Protes Kekerasan Seksual oleh Polisi

Pengunjuk rasa membawa poster dalam aksi protes mengecam dugaan kekerasan seksual oleh polisi di Hong Kong, Rabu (28/8) malam.

Pengunjuk Rasa Hong Kong Protes Kekerasan Seksual oleh Polisi

Pengunjuk rasa saat menggelar aksi protes mengecam dugaan kekerasan seksual oleh polisi di Hong Kong, Rabu (28/8) malam.

Ulama Perempuan Serukan Indonesia Tanpa Kekerasan di Puncak BKUPI 2026
Ulama Perempuan Serukan Indonesia Tanpa Kekerasan di Puncak BKUPI 2026

Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) melalui Puncak BKUPI 2026 menyerukan semangat Indonesia tanpa kekerasan, menegaskan peran ulama perempuan dalam melawan ketidakadilan dan berbagai bentuk penindasan.

Baca Selengkapnya
Ekspor Kepiting Tarakan Langsung ke Hong Kong Dorong Efisiensi dan Ekonomi Kaltara
Ekspor Kepiting Tarakan Langsung ke Hong Kong Dorong Efisiensi dan Ekonomi Kaltara

Pelaku usaha menyambut baik ekspor kepiting Tarakan langsung ke Hong Kong, membuka peluang efisiensi biaya, kecepatan pengiriman, dan peningkatan ekonomi Kalimantan Utara.

Baca Selengkapnya
Tragis, Dua Anak Kembar di Surabaya Alami Kekerasan Seksual Berulang oleh Ayah Tiri hingga Hamil
Tragis, Dua Anak Kembar di Surabaya Alami Kekerasan Seksual Berulang oleh Ayah Tiri hingga Hamil

WRS diketahui merupakan ayah tiri korban yang telah tinggal bersama kedua anak kembar tersebut sejak 2017, setelah menikahi ibu korban.

Baca Selengkapnya
Fakta Baru Pimpinan Ponpes di Lubuklinggau Ternyata Sudah 4 Kali Setubuhi Santriwatinya
Fakta Baru Pimpinan Ponpes di Lubuklinggau Ternyata Sudah 4 Kali Setubuhi Santriwatinya

Tersangka yang merupakan pimpinan pondok pesantren di Lubuklinggau itu ternyata sudah empat kali melakukan perbuatan bejat tersebut.

Baca Selengkapnya
Marak Kasus Kekerasan Seksual di Kampus, WamenHAM: Meresahkan Padahal Kita Punya UU TPKS
Marak Kasus Kekerasan Seksual di Kampus, WamenHAM: Meresahkan Padahal Kita Punya UU TPKS

Kekerasan seksual bukan hanya tindak pidana, tetapi juga melanggar hak atas pendidikan korban.

Baca Selengkapnya
Natuna Ekspor Ikan Hidup Rp1,2 Miliar ke Hong Kong, Dorong Ekonomi Lokal
Natuna Ekspor Ikan Hidup Rp1,2 Miliar ke Hong Kong, Dorong Ekonomi Lokal

Kabupaten Natuna kembali menunjukkan potensi maritimnya dengan Natuna ekspor ikan hidup senilai Rp1,2 miliar ke Hong Kong, membuktikan kualitas dan prosedur karantina yang ketat.

Baca Selengkapnya
Komnas HAM Desak Pembentukan Satgas Kekerasan Seksual Kampus, Kunci Pencegahan dan Perlindungan Korban
Komnas HAM Desak Pembentukan Satgas Kekerasan Seksual Kampus, Kunci Pencegahan dan Perlindungan Korban

Komnas HAM mendesak perguruan tinggi dan pesantren membentuk Satgas Kekerasan Seksual Kampus. Langkah ini krusial untuk mencegah pelecehan dan memastikan korban mendapatkan keadilan serta dukungan yang layak.

Baca Selengkapnya
Desakan Tangkap Pelaku Penyekapan Makassar Menguat, Anggota DPR RI dan Gubernur Kaltara Bersuara
Desakan Tangkap Pelaku Penyekapan Makassar Menguat, Anggota DPR RI dan Gubernur Kaltara Bersuara

Anggota DPR RI dan Gubernur Kalimantan Utara mendesak aparat kepolisian segera menangkap pelaku penyekapan dan kekerasan seksual terhadap seorang wanita di Makassar, menyoroti bahaya penipuan daring.

Baca Selengkapnya
Komnas HAM Dorong Penguatan Layanan Korban TPKS dan Restitusi Negara
Komnas HAM Dorong Penguatan Layanan Korban TPKS dan Restitusi Negara

Komnas HAM mendesak penguatan layanan bagi korban TPKS, mulai dari rumah aman hingga restitusi negara, mengingat masih banyak kendala dalam akses keadilan dan pemulihan di berbagai daerah.

Baca Selengkapnya
Komnas HAM Dorong Kampus dan Pesantren Bentuk Satgas TPKS, Perkuat Perlindungan Korban
Komnas HAM Dorong Kampus dan Pesantren Bentuk Satgas TPKS, Perkuat Perlindungan Korban

Komnas HAM mendesak kampus dan pesantren segera membentuk Satgas TPKS sebagai langkah krusial untuk memperkuat pencegahan serta perlindungan korban kekerasan seksual di lingkungan pendidikan.

Baca Selengkapnya
Komnas HAM: Budaya Patriarki dan Relasi Kuasa Pemicu Berulangnya Kekerasan Seksual
Komnas HAM: Budaya Patriarki dan Relasi Kuasa Pemicu Berulangnya Kekerasan Seksual

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah menyoroti budaya patriarki dan relasi kuasa sebagai akar utama berulangnya tindak pidana kekerasan seksual di Indonesia, menuntut perubahan budaya dan pemahaman menyeluruh.

Baca Selengkapnya
Gubernur Kaltara Minta Mahasiswa Kaltara di Perantauan Saling Jaga Diri di Tengah Kasus Kekerasan
Gubernur Kaltara Minta Mahasiswa Kaltara di Perantauan Saling Jaga Diri di Tengah Kasus Kekerasan

Gubernur Kaltara Zainal A. Paliwang menyerukan Mahasiswa Kaltara di Perantauan untuk saling menjaga diri dan mengawal kasus kekerasan seksual, sekaligus membahas kebutuhan rumah singgah.

Baca Selengkapnya