Sejumlah pencari suaka yang melakukan aksi mogok makan mendapat pertolongan medis di Brussel, Belgia (29/6/2021).
Imigran Gelap
Sejumlah pencari suaka yang melakukan aksi mogok makan mendapat pertolongan medis di Brussel, Belgia (29/6/2021).
Mogok makan ini mereka lakukan sebagai bentuk untuk menuntut status hukum memiliki akses ke jaminan sosial dan kondisi kehidupan yang lebih baik kepada pemerintah Belgia.
Sebagian besar imigran yang melakukan aksi mogok makan ini sudah bertahun-tahun tinggal dan bekerja di Belgia.
Aksi mogok makan ini sudah mereka lakukan lebih dari sebulan dengan bibir yang dijahit.
Beberapa dari ratusan imigran tanpa dokumen tersebut mendapat penanganan medis karena kondisi fisik dan kesehatannya menurun.
Mereka dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Kedutaan Besar RI di Tunisia sukses meluncurkan Buku Indonesia Rahmat Tuhan karya wartawan Muhammad Mathri Shumayda, menginspirasi pesan perdamaian dan kemanusiaan global.
Baca SelengkapnyaPengiriman tersebut meninggalkan Inggris pada 23 Maret dan disita di bandara Liege di Belgia pada 24 Maret.
Baca Selengkapnya
Kantor Imigrasi Ngurah Rai mengambil tindakan tegas dengan melakukan deportasi WNA Belgia berinisial SD yang berusaha kabur untuk menghindari ganti rugi setelah merusak motor sewaan.
Baca Selengkapnya
Mahasiswa Indonesia berhasil memukau dunia dengan menampilkan kekayaan Budaya Nusantara di Global Village Tunisia, memperkuat pertukaran budaya dan diplomasi antarnegara.
Baca Selengkapnya
Ini alasan mengapa Jerman dan Belgia tolak terlibat serangan militer AS dan Israel ke Iran.
Baca Selengkapnya
Remaja asal Belgia itu resmi meraih gelar PhD di bidang fisika kuantum akhir 2025 lalu.
Baca SelengkapnyaRokok elektrik beraroma sengaja dirancang untuk menarik minat anak-anak dan menutupi potensi bahaya vaping.
Baca Selengkapnya
Drama Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa menyajikan persaingan ketat, di mana empat tim unggulan, termasuk Spanyol dan Belgia, harus menunda kepastian tiket ke putaran final hingga laga terakhir.
Baca Selengkapnya
Dari Prancis hingga Yunani, suara solidaritas untuk Palestina terus bergema dengan kuat.
Baca Selengkapnya
Belgia merupakan salah satu negara di Eropa Barat yang berencana untuk mengakui keberadaan Negara Palestina pada bulan September ini.
Baca Selengkapnya
Pengakuan resmi terhadap negara Palestina bertujuan untuk memberikan tekanan kepada pemerintah Israel agar mematuhi hukum internasional.
Baca Selengkapnya
Bencana kemanusiaan akibat genosida Israel terus terjadi di Gaza, Palestina.
Baca Selengkapnya