Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan
Momen mendebarkan dan mengerikan saat banjir bandang hantam Peru

Momen mendebarkan dan mengerikan saat banjir bandang hantam Peru

Peru

merdeka.com
Geser ke atas untuk membaca
Momen mendebarkan dan mengerikan saat banjir bandang hantam Peru

Seorang pria memegang tali saat berusaha menolong warga yang terjebak di arus deras saat bencana banjir bandang dan longsor melanda distrik Huachipa di Lima, Peru (17/3).

Momen mendebarkan dan mengerikan saat banjir bandang hantam Peru

Seorang wanita berpegangan erat saat dievakuasi petugas dari atap rumah.

Momen mendebarkan dan mengerikan saat banjir bandang hantam Peru

Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Peru setidaknya telah menewaskan hingga 48 orang.

Momen mendebarkan dan mengerikan saat banjir bandang hantam Peru

Seorang polisi menyeberangi arus deras banjir dengan tali saat akan menyelamatkan warga yang terjebak di atas atap rumah.

Momen mendebarkan dan mengerikan saat banjir bandang hantam Peru

Warga berusaha menyeberangi arus deras banjir melalui tali saat banjir melanda Huachipa. Dilansir Aljazeera, bencana banjir dan longsor ini disebut sebagai yang salah satu terburuk.

Momen mendebarkan dan mengerikan saat banjir bandang hantam Peru

Seorang ibu dan anaknya berpegangan erat saat menyeberangi banjir.

Momen mendebarkan dan mengerikan saat banjir bandang hantam Peru

Warga yang terjebak di atap rumah saat dievakuasi oleh petugas kepolisian Peru.

Momen mendebarkan dan mengerikan saat banjir bandang hantam Peru

Sebuah truk terjebak dalam lumpur saat banjir bandang dan tanah longsor melanda Chosica di Lima, Peru.

Momen mendebarkan dan mengerikan saat banjir bandang hantam Peru

Sebuah bus terperosok saat banjir bandang dan tanah longsor melanda Chosica di Lima, Peru.

Momen mendebarkan dan mengerikan saat banjir bandang hantam Peru

Warga dibantu petugas menyeberangi arus deras air saat banjir bandang dan longsor melanda distrik Huachipa di Lima, Peru.

Pemkab Garut Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Hingga 1 Mei 2026
Pemkab Garut Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Hingga 1 Mei 2026

Pemerintah Kabupaten Garut menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Alam hingga awal Mei 2026. Langkah ini diambil untuk mempercepat penanganan dan pemulihan daerah terdampak bencana hidrometeorologi.

Baca Selengkapnya
BMKG: Sumatera Utara Berpotensi Hujan Lebat pada Senin, Waspada Bencana Hidrometeorologi
BMKG: Sumatera Utara Berpotensi Hujan Lebat pada Senin, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Sumatera Utara akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada Senin. Masyarakat diimbau waspada potensi bencana hidrometeorologi akibat **prakiraan cuaca.

Baca Selengkapnya
BMKG: Sumatera Utara Berpotensi Hujan Lebat pada Senin, Waspada Bencana Hidrometeorologi
BMKG: Sumatera Utara Berpotensi Hujan Lebat pada Senin, Waspada Bencana Hidrometeorologi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah Sumatera Utara akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga lebat pada Senin. Masyarakat diimbau waspada potensi bencana hidrometeorologi akibat **prakiraan cuaca.

Baca Selengkapnya
7 Hari Dikepung Banjir, Pemkab Bandung Tetapkan Tanggap Darurat Bencana
7 Hari Dikepung Banjir, Pemkab Bandung Tetapkan Tanggap Darurat Bencana

Penyaluran bantuan dapat lebih terintegrasi dibanding sebelumnya.

Baca Selengkapnya
BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sultra Hingga 24 April 2026, Warga Diminta Waspada
BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sultra Hingga 24 April 2026, Warga Diminta Waspada

BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini mengenai Potensi Cuaca Ekstrem di Sulawesi Tenggara hingga 24 April 2026. Masyarakat diimbau waspada terhadap hujan lebat, guntur, dan angin kencang.

Baca Selengkapnya
BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sultra Hingga 24 April 2026, Warga Diminta Waspada
BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sultra Hingga 24 April 2026, Warga Diminta Waspada

BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari mengeluarkan peringatan dini mengenai Potensi Cuaca Ekstrem di Sulawesi Tenggara hingga 24 April 2026. Masyarakat diimbau waspada terhadap hujan lebat, guntur, dan angin kencang.

Baca Selengkapnya
Kebon Pala Jaktim Terendam Banjir, Air Capai 1 Meter Lebih Jumat Pagi Ini
Kebon Pala Jaktim Terendam Banjir, Air Capai 1 Meter Lebih Jumat Pagi Ini

Banjir setinggi hingga 110 cm merendam Kebon Pala, Jakarta Timur. Warga masih bertahan di rumah, sementara hujan deras jadi pemicu utama genangan.

Baca Selengkapnya
Tinjau Banjir dan Longsor, Pemkot Tangsel Percepat Normalisasi Sungai dan Penambahan Long Storage
Tinjau Banjir dan Longsor, Pemkot Tangsel Percepat Normalisasi Sungai dan Penambahan Long Storage

Pilar menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan mempercepat penanganan banjir melalui normalisasi sungai, penambahan infrastruktur pengendali air

Baca Selengkapnya
Bengawan Solo Meluap, Ribuan Warga Sukoharjo dan Surakarta Mengungsi
Bengawan Solo Meluap, Ribuan Warga Sukoharjo dan Surakarta Mengungsi

Selain menyebabkan ribuan warga mengungsi, banjir juga merendam 258 rumah di Sukoharjo. Sebanyak 28 fasilitas pendidikan turut terdampak genangan air.

Baca Selengkapnya
Kisah Pilu SDN Sapan 3 Bandung, Sudah Lima Hari Terendam Banjir dan Aktivitas Belajar Terhambat
Kisah Pilu SDN Sapan 3 Bandung, Sudah Lima Hari Terendam Banjir dan Aktivitas Belajar Terhambat

Di sekitar sekolah tersebut, terlihat pula pemukiman warga di gang sempit yang tergenang banjir.

Baca Selengkapnya
Lima Hari Terendam, Warga Sapan Bandung Kian Lelah Hadapi Banjir Tak Kunjung Surut
Lima Hari Terendam, Warga Sapan Bandung Kian Lelah Hadapi Banjir Tak Kunjung Surut

Aktivitas warga terganggu akibat banjir yang menerjang ruas jalan dengan panjang sekitar 4 kilometer tersebut.

Baca Selengkapnya
Banjir Dayeuhkolot Bandung Belum Surut, Warga Terdampak Bertambah Jadi 21.228 Jiwa
Banjir Dayeuhkolot Bandung Belum Surut, Warga Terdampak Bertambah Jadi 21.228 Jiwa

Warga terdampak tersebar di empat wilayah, yakni Desa Citeureup, Desa Dayeuhkolot, Desa Cangkuang Wetan, dan Kelurahan Pasawahan.

Baca Selengkapnya