Rajuma Begum (28) bersama buah hatinya yang berusia satu bulan, Raihan di kamp pengungsian Kutupalang, Cox Bazar, Bangladesh. "Saya melarikan diri ke Bangladesh karena takut, karena saya butuh untuk menyelamatkan anak-anak saya. Saya hamil dan menderita demam saat melintasi perbatasan. Saya juga memiliki seorang anak berusaia 11 bulan, sehingga sangat sulit untuk mencapai perbatasan dari desa kami di Wabek, Myanmar. Saya harus sering beristirahat. Setelah enam jam berjalan, akhirnya kami sampai di perbatasan pada 02:00 (waktu setempat) dan menyeberangi perbatasan setelah membayar broker, "kata Rajuma Begum.