Pengungsi Rohingya, Rena (18) duduk di sebuah gubuk lumpur dengan pintu dan jendela tertutup rapat saat menceritakan kisahnya bekerja sebagai pelacur di kamp pengungsian Kutupalong, Bangladesh. Ketika dihadapkan dengan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, seperti makanan, bisnis prostitusi justru berkembang dan menjadi 'solusi' di tengah keputusasaan wanita Rohingya.