Kepulan asap hitam terlihat di kamp penampungan imigran "Lipa" di Bihac, Bosnia dan Herzegovina, Rabu (23/12/2020). Kebakaran terjadi di pusat penampungan imigran yang menampung sekitar 1.200 orang. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Bosnia-Hersegovina
Kepulan asap hitam terlihat di kamp penampungan imigran "Lipa" di Bihac, Bosnia dan Herzegovina, Rabu (23/12/2020). Kebakaran terjadi di pusat penampungan imigran yang menampung sekitar 1.200 orang. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Kepulan asap hitam terlihat di kamp penampungan imigran "Lipa" di Bihac, Bosnia dan Herzegovina, Rabu (23/12/2020). Kebakaran kemungkinan disebabkan oleh para migran yang tidak senang dengan penutupan sementara, kata polisi dan seorang pejabat PBB.
Kamp Lipa akan ditutup pada Rabu untuk perbaikan musim dingin, tetapi otoritas Bosnia gagal menemukan akomodasi alternatif bagi penduduk.
Sekitar 10.000 migran dari Asia, Timur Tengah, dan Afrika Utara terjebak di Bosnia, berharap dapat menjangkau negara-negara kaya di Uni Eropa.
Kepulan asap hitam terlihat di kamp penampungan imigran "Lipa" di Bihac, Bosnia dan Herzegovina, Rabu (23/12/2020).
Seorang personel Pleton 1 Damkar Kota Semarang, Putut mengaku mendapatkan informasi kebakaran dapur MBG sekitar jam 09.50 Wib.
Baca SelengkapnyaEmpat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi dan tiba sekitar pukul 12.25 WITA.
Baca Selengkapnya
Kebakaran tersebut melanda sebuah bangunan rendah yang terletak di Jalan Setia Jaya 7, RT 07/RW 06, Kelurahan Jelambar Baru, Kecamatan Grogol Petamburan.
Baca SelengkapnyaPeristiwa tersebut menyebabkan bangunan mengalami kerusakan dan menimbulkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp100 juta.
Baca SelengkapnyaInsiden tersebut menyebabkan tiga ruang kelas mengalami kerusakan setelah dilalap api.
Baca Selengkapnya
Peristiwa bermula ketika warga mendengar adanya suara ledakan seperti petasan yang berasal dari arah rumah korban.
Baca SelengkapnyaPeristiwa bermula sekitar pukul 20.30 WIB ketika warga dikejutkan dengan teriakan kebakaran. Saat itu, putra Sri Asih, Valent Febriantno.
Baca SelengkapnyaSedikitnya 30 rumah tinggal terdampak dalam peristiwa tersebut, yang mengakibatkan 60 kepala keluarga (KK) atau sekitar 240 jiwa turut terkena dampak.
Baca Selengkapnya
Warga terdampak mulai mencari barang yang masih dapat diselamatkan di antara puing-puing kebakaran.
Baca SelengkapnyaKebakaran terjadi sekitar pukul 21.10 WIB. Dugaan sementara, api muncul akibat korsleting listrik.
Baca Selengkapnya"Api di wilayah RW 04. Wilayah ini arealnya berisi kurang lebih 400 sampai 500 KK,” kata Reynold.
Baca SelengkapnyaHingga Senin (1/6) siang, tercatat sudah terjadi 73 kali insiden benda terbakar secara tiba-tiba di dalam rumah tersebut.
Baca Selengkapnya