Seorang pejuang Taliban duduk di kokpit pesawat Angkatan Udara Afghanistan di bandara di Kabul (31/8/2021) setelah AS menarik semua pasukannya keluar dari Afghanistan untuk mengakhiri perang yang sudah terjadi 20 tahun.
Afghanistan
Seorang pejuang Taliban duduk di kokpit pesawat Angkatan Udara Afghanistan di bandara di Kabul (31/8/2021) setelah AS menarik semua pasukannya keluar dari Afghanistan untuk mengakhiri perang yang sudah terjadi 20 tahun.
Menurut Pentagon menerangkan, peralatan militer AS yang ditinggalkan di bandara Kabul sudah 'tidak dapat digunakan' termasuk puluhan kendaraan lapis baja MRAPS, Humvee, pesawat dan sistem pertahanan canggih.
Pejuang pasukan khusus Taliban Badri berjaga di samping pesawat hercules Angkatan Udara Afghanistan. Peralatan militer AS yang ditinggalkan ini senilai puluhan juta dolar.
Menurut Jenderal Marinir Kenneth McKenzie, kepala Komando Pusat AS, mengatakan beberapa peralatan telah "dimiliterisasi", pada dasarnya sudah tidak dapat dioperasikan.
Sebuah kendaraan anti ranjau (MRAP) yang ditinggal AS terlihat di bandara Kabul. Sebanyak 70 MRAP yang masing-masing seharga USD 1 juta ditinggalkan AS di bandara Kabul. Kendaraan canggih ini telah didesain memiliki ketahanan terhadap ledakan ranjau darat.
Suasana bandara internasional Kabul usai ditinggalkan militer AS. Militer AS juga meninggalkan 27 Humvee, kendaraan taktis ringan seharga kurang dari sepertiga MRAP.
Pesawat-pesawat Angkatan Udara Afghanistan dari AS yang tinggal di bandara Kabul. Militer AS meninggalkan setidaknya 73 pesawat di bandara itu.
Kondisi pesawat serang A-29 Angkatan Udara Afghanistan yang tertinggal di bandara internasional Kabul.
Anggota Taliban mengambil suasana bandara Kabul usai penarikan pasukan AS. AS menarik semua pasukannya keluar dari Afghanistan untuk mengakhiri perang yang sudah terjadi 20 tahun.
Puluhan anti peluru yang ditinggalkan militer AS di bandara Kabul, Afghanistan.
Kondisi pesawat serang A-29 Angkatan Udara Afghanistan yang tertinggal di bandara internasional Kabul.
Angkatan bersenjata Iran mengklaim telah menembak jatuh pesawat C-130 Hercules AS kedua, menambah daftar kerugian militer Amerika Serikat di tengah eskalasi konflik regional yang semakin memanas.
Baca Selengkapnya
Banjir Afghanistan telah merenggut nyawa lebih dari 40 orang dalam sepekan terakhir. Bencana ini juga menyebabkan kerusakan parah pada ratusan rumah dan lahan pertanian, menimbulkan kerugian besar di berbagai provinsi.
Baca Selengkapnya
Angkatan Udara Pakistan melancarkan serangan udara terhadap tangki bahan bakar maskapai Kam Air di bandara Kandahar, Afghanistan, memicu kecaman keras dari Kabul atas tindakan rezim Pakistan.
Baca Selengkapnya
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mendesak Pakistan dan Afghanistan untuk segera menghentikan konflik militer yang memanas. Malaysia Serukan Pakistan Afghanistan Hentikan Konflik demi perdamaian dan stabilitas regional, menyusul operasi lintas batas.
Baca Selengkapnyaebuah kamp tenda dilaporkan terkena serangan, tetapi tidak ada korban jiwa.
Baca Selengkapnya
Apa yang menyebabkan hubungan antara Pakistan dan Afghanistan memanas? Simak penjelasannya berikut ini.
Baca Selengkapnya
Tokoh advokasi pendidikan Afghanistan, Zarqa Yaftali, dan Perjanjian Perdamaian Bersejarah Azerbaijan-Armenia dianugerahi Zayed Award for Human Fraternity 2026, menyoroti upaya kemanusiaan dan rekonsiliasi global.
Baca Selengkapnya
PT Dirgantara Indonesia (PTDI) berhasil merestorasi pesawat angkut militer CN235-100M, siap perkuat operasi TNI AU di Papua dan tingkatkan efisiensi pertahanan negara.
Baca Selengkapnya
Pesawat A400M Indonesia pertama dijadwalkan tiba 3 November 2025, siap perkuat pertahanan dan logistik nasional. Simak kemampuan canggihnya!
Baca Selengkapnya
Pesawat angkut canggih A400M TNI AU dipastikan bermarkas di Skuadron 31 Lanud Halim Perdanakusuma, menambah kekuatan udara Indonesia dan siap menjaga kedaulatan.
Baca Selengkapnya
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump ngotot mau mengambil pangkalan udara Bagram di Afghanistan yang kini dikuasai pemerintahan Taliban.
Baca Selengkapnya
Donald Trump ingin mengambil kembali Pangkalan Udara Bagram di Afghanistan, memicu reaksi keras dari Taliban dan Rusia.
Baca Selengkapnya