Fatima tengah melayani murid sekolah dasar yang membeli es krim dagangannya di Herat, Afghanistan. Bocah 8 tahun ini rela berjualan es krim dari pukul 7.00 hingga 16.00 setiap harinya demi membantu perekonomian keluarga.
Afghanistan
Fatima tengah melayani murid sekolah dasar yang membeli es krim dagangannya di Herat, Afghanistan. Bocah 8 tahun ini rela berjualan es krim dari pukul 7.00 hingga 16.00 setiap harinya demi membantu perekonomian keluarga.
Karena kesibukannya banting tulang berjualan es krim membantu perekonomian keluarga, Fatima pun tak sempat merasakan bangku sekolah.
Jerih payah Fatima ketika mendorong gerobaknya menyusuri jalanan Kota Herat untuk menjajakan es krim dagangannya.
Fatima saat menghitung uang hasil jualan es krim di sepanjang jalan Kota Herat.
Fatima saat berjalan menuju rumah setelah seharian banting tulang berjualan es krim. Impian terbesar Fatima adalah memiliki kehidupan yang tercukupi sehingga dirinya bisa pergi ke sekolah untuk menimba ilmu seperti anak-anak lain seusianya.
Fatima saat berkumpul bersama keluarga kecilnya. Fatima tinggal bersama ketiga adiknya dan sang ayah yang menderita cacat kaki sehingga tak bisa berjalan.
Fatimah bersama adiknya saat menyantap makan sederhana di kediamannya.
Berbaktinya Fatima yang tengah memijit kaki ayahnya.
Jajaran pejabat pengadilan militer telah diinstruksikan untuk memastikan implementasi penuh dari perintah tersebut.
Baca Selengkapnya
Presiden Prabowo Subianto meninjau SRMP 17 Tabanan, Bali, mendengarkan langsung kisah inspiratif siswa Sekolah Rakyat yang merasakan dampak positif program pendidikan prioritas ini, menegaskan komitmen pemerintah dalam pemerataan akses pendidikan.
Baca Selengkapnya
Menjadi pengemudi becak adalah jalan hidup yang dipilih Sutopo sejak pensiun sebagai anggota TNI AD pada tahun 2003.
Baca Selengkapnya
Nenek Marsiyah, calon haji tertua berusia 105 tahun dari Kediri, berhasil mewujudkan impiannya ke Tanah Suci. Kisahnya inspiratif, menunjukkan usia dan keterbatasan tak menghalangi niat tulus berhaji.
Baca Selengkapnya
Kisah Inspiratif Jumariah Haji 2026 menjadi sorotan dunia. Buruh tani 70 tahun dari Maros ini menunaikan ibadah haji setelah puluhan tahun menabung di ember plastik, didukung layanan Makkah Route.
Baca SelengkapnyaDari kayu-kayu yang terdampar di pantai, ia melihat peluang untuk menghadirkan karya, membuka ruang ekonomi.
Baca SelengkapnyaSedikitnya, 150 karya batik dalam bentuk kain dan pakaian jadi, laris terjual setiap bulannya, dengan omzet mencapai Rp20 juta atau sekitar Rp150 juta.
Baca Selengkapnya
Lahir di Tangerang pada 25 Agustus 2000, Lipay mulai mengenal budaya pop Jepang sejak akhir 2015.
Baca Selengkapnya
Latifa Syafvina Putri Zuhrizal, seorang remaja 15 tahun asal Padang, menjadi sorotan karena akan menunaikan ibadah haji. Kisah remaja 15 tahun haji ini penuh inspirasi, menjadikannya calon haji termuda dari Sumbar.
Baca Selengkapnya
Dhani Aditya Saputra, seorang Jamaah Haji Muda Bali berusia 17 tahun, mengungkapkan kekagetannya saat mengetahui dirinya didaftarkan haji sejak SD untuk menggantikan ayahnya, memicu persiapan mental dan fisik intensif.
Baca SelengkapnyaPengalaman tersebut kerap meninggalkan rasa kecewa setiap kali gagal dalam proses rekrutmen. Namun, kondisi tersebut berubah.
Baca SelengkapnyaPatimang mengatakan, dirinya mulai mendaftar haji sejak tahun 2010 dan dengan uang hasil penjualan rumput laut yang tidak banyak.
Baca Selengkapnya