Peluang Industri Cat di Indonesia Masih Besar

Sumber : | Jumat, 21 April 2006 21:16




Peluang Industri Cat di Indonesia Masih Besar
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Peluang industri cat di dalam negeri masih sangat besar apalagi pertumbuhan ekonomi nasional makin berkembang memicu perusahaan-perusahaan cat terus mencari solusi baru dengan mengurangi kandungan bahan baku organik Volatile Organic Compound (VOC).

"Besar potensi pasar cat itu dan mengurangi kandungan VOC merupakan faktor yang mendorong produsen untuk terus mengembangkan produk- produknya yang lebih nyaman dengan lingkungan, " kata Manager Penjualan PT DuPont Refinish Indonesia, Toni Liawan kepada pers di Jakarta, Jumat (21/04).

Menurut dia, saat ini banyak sekali pilihan cat mobil yang beredar di pasar dengan bahan baku yang beraneka ragam yang umumnya memiliki kandungan VOC yang tinggi sehingga sangat berbahaya bagi lingkungan.

Untuk itulah DuPont Refinish salah satu unit usaha DuPont Indonesia meluncurkan produk cat refinish dengan tingkat emisi rendah (Low Emission/LE) yang dirancang untuk memenuhi persyaratan ambang batas VOC yang aman bagi lingkungan hidup, katanya.

Peluncuran produk baru itu, ia lebih lanjut mengatakan, diharapkan dapat meningkatkan penjualan DuPont Refinish Indonesia sebesar 10% pada tahun ini dari 30% pasar yang telah diraihnya atau mencapai 40%.

"Kami optimis akan bisa meraih kenaikan tersebut, mengingkat respon pasar cukup tinggi terhadap produk Dupont Refinish yang hemat energi, waktu dan dengan proses yang cepat, katanya.

Menurut Toni, produk baru itu selain tidak mencemari lingkungan juga sangat membantu dalam meningkatkan produktivitas industri otomotif refinish dan keselamatan kerja karyawan.

Karena selain proses pengerjaan bisa dilakukan dengan jauh lebih cepat, konsumsi bahan bakunya sangat irit juga kesehatan para pekerja lebih terjamin karena tidak menghirup emisi berlebihan selama proses pengecatan, ucapnya.

DuPont Refinish, ia mengatakan, untuk itu mendorong penyerapan pasar lebih cepat akan melakukan berbagai kegiatan terhadap mitra kerjanya dengan memberikan bantuan melalui berbagai program kepada industri otomotif refinish antara lain, pelatihan teknis, strategi bisnis, dan manajemen pemasaran.

Program ini ini bertujuan untuk memaksimalkan produktivitas dan pelayanan industri otomotif refinish kepada para pelanggannya, ujarnya.

Selain itu DuPont Refinish, katanya telah menunjukkan produk teknologi ramah lingkungan yang dapat menjawab kebutuhan peningkatan produktivitas industri otomotif dengan menghemat waktu kerja sampai 40 persen.

Karena konsumsi cat dan energi lebih irit sehingga biaya operasional menjadi lebih rendah dengan kualitas hasil yang prima, tegasnya.

DuPont Refinish Indonesia sebelumnya telah meluncurkan produk berkualitas tinggi dengan emisi rendah antara lain Primer, Base Coat dan Clear Coat. Saat ini akan meluncurkan produk cat Centari dan Spieshecker.

Sementara itu Technical Manager DuPont Refinish Regional, Panascharoen Prasert dalam kesempatan ini mengatakan, negara-negara di Uni Eropa telah mengeluarkan serangkaian peraturan yang membatasi kadar VOC untuk produk cat refinish.

"Mulai January 2007, semua industri otomotif harus menggunakan produk refinish yang ramah lingkungan," katanya. (*/lpk)

Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Pemprov DKI pastikan tanggul Kali Sunter sengaja dijebol kontraktor
  • Jokowi janji aturan pendukung UU ASN terbit akhir Februari
  • ATM Bank Mandiri di Tangsel nyaris dibawa kabur komplotan pencuri
  • Keluarga relakan kepergian kepala pramugari AirAsia QZ8501
  • Effendi Simbolon sebut Jokowi bisa bernasib sama dengan Gus Dur
  • Desmond: Konflik KPK vs Polri momentum bersih-bersih penegak hukum
  • KPK tak biarkan Bambang Widjojanto berjuang sendiri
  • Politik tegang, PDIP ajak semua pihak 'cooling down'
  • Raker perdana dengan DPR, Menhan paparkan penguatan maritim
  • Komisi III ngotot agar Komjen Budi Gunawan segera dilantik, ada apa?
  • SHOW MORE