Lelang Gula PTPN XI di Atas Harga Dasar Pemerintah

Sumber : | Kamis, 14 Juni 2007 13:21




Lelang Gula PTPN XI di Atas Harga Dasar Pemerintah
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Harga gula pada lelang perdana yang dilakukan PT Perkebunan Nusantara XI mencapai Rp5.475,5 per kg dan Rp5.500 per kg, yang berarti jauh lebih tinggi diatas harga dasar gula yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp4.900 per kg.

Informasi yang diperoleh di Surabaya, Kamis, menyebutkan, lelang perdana gula produksi PTPN XI sebanyak 10.170 ton dilakukan, Rabu (13/6) dan diikuti sebanyak 25 dari 39 perusahaan yang diundang.

Gula sebanyak 10.170 ton itu terdiri dari milik PTPN XI sebanyak 5.000 ton dan 5.170 ton lainnya milik petani.

PT Kencana Gula Manis memenangkan tender untuk produksi pabrik gula di wilayah Pasuruan ke timur dengan harga Rp5.475 per kg, dan PT Citra Gemini Mulia yang menawar Rp5.500 per kg memenangkan lelang untuk produksi pabrik gula di wilayah Madiun.

Harga yang terbentuk pada lelang di PTPN XI itu, masih lebih rendah dibanding tender gula di perusahaan gula lain sepekan sebelumnya dengan harga berkisar Rp5,6 juta-Rp5,7 juta per ton.

"Terbentuknya harga murni mekanisme pasar, karena hukum penawaran dan permintaan berlaku mutlak di sini. Ketika jumlah barang ditawarkan lebih sedikit dibanding permintaan, harga umumnya lebih tinggi dan sebaliknya," kata Sekretaris Perusahaan PTPN XI, Adig Suwandi yang dikonfirmasi terpisah.

Menurut Adig, kecenderungan menurunnya harga gula dunia, turut mempengaruhi harga lelang tersebut.

Pada perdagangan di Bursa Berjangka London, Rabu (13/6), harga gula tercatat US$304,4 per ton FOB (harga di negara asal, belum termasuk premium dan biaya pengapalan) untuk pengapalan Agustus 2007.

Harga itu turun menjadi US$298,6 per ton untuk pengapalan Oktober 2007 dan 292,8 serta US$291,3 per ton untuk pengapalan Desember 2007 dan Maret 2008.

"Harga gula dunia jadi salah satu referensi bagi perusahaan atau pedagang peserta tender di Indonesia dalam menentukan besarnya penawaran," tambah Adig.

Dengan pencapaian harga lelang yang cukup tinggi, lanjut Adig, harga dasar dan dana talangan gula masih relevan untuk diterapkan bagi petani tebu, guna melindungi dari dampak fluktuasi harga.

Hingga saat ini, sebagian petani tebu menilai harga dasar Rp4.900 per kg dan "profit sharing" sebesar 60% untuk petani dan 40% untuk investor masih belum ideal.

Petani masih menginginkan harga dasar itu direvisi menjadi sekurang-kurangnya Rp5.100 per kg dengan bagi hasil 70% dan 30%.

"Sementara ini, manajemen PTPN XI dan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) masih memberlakukan harga dasar Rp4.900 per kg. Kalau keputusan revisi dari pemerintah atau kesepakatan nasional yang lebih tinggi, kami akan mengikutinya," jelas Adig. (*/rit)


KUMPULAN BERITA
# Premanisme

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Demokrat pede Perppu pengganti UU Pilkada didukung rakyat
  • Nurhayati tunggu perintah SBY jika dicalonkan jadi ketua MPR
  • Mati lampu hampir di seluruh Yogya bikin orangtua siswa panik
  • Benda diduga bom rakitan gegerkan warga Magelang
  • Fadel: Nurhayati calon kuat ketua MPR
  • Notaris Tri Indarwati perlakukan staf seperti suami simpanan
  • Hotel tempat inap banyak jamaah haji Indonesia kebakaran
  • Jadi tersangka, bos Sentul City langsung ditahan di Rutan KPK
  • 8 Warna ini mampu cerahkan kesehatan tubuh
  • Terlilit utang, pengusaha pupuk nekat gantung diri
  • SHOW MORE