Importir India Kuasai Pasar Pinang di Indonesia

Sumber : | Jumat, 16 Juni 2006 21:16




Importir India Kuasai Pasar Pinang di Indonesia
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Importir India ramai-ramai membuka kantor di Jakarta dan Medan untuk "memuluskan" bisnis jual-beli pinang dari Indonesia yang merupakan negara produsen utama komoditi itu.

Presdir CV. Biola Jaya, Arianto, di Medan, Jumat (16/06), mengatakan, persaingan bisnis pinang di dalam negeri semakin ketat dengan bermunculannya pedagang dari India.

"Kalau dulu mereka sebatas menjadi importir di India dan mitra pengusaha lokal, beberapa bulan terakhir justru sudah langsung menjadi eksportir pinang dan berkantor di Indonesia dengan alasan untuk meningkatkan keuntungan," katanya.

Disamping untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri mereka, pengusaha India membeli pinang dari Indonesia untuk di ekspor kembali ke berbagai negara.

India juga termasuk negara penghasil pinang meski dengan produksi yang tidak sebanyak Indonesia yang sudah berkisar 120 ribu ton per tahun.

Menurut dia, selain di Medan yang menjadi pusat pengumpulan pinang dari berbagai sentra produksi, pengusaha India itu juga mulai membuka kantor di Jakarta untuk mempermudah berbagai urusan.

Selain membuka kantor, kata eksportir pinang terbesar di Indonesia itu, pengusaha India juga langsung melakukan pembelian ke petani di berbagai sentra produksi seperti ke Nanggroe Aceh Darussalam dan Riau yang dalam dua tahun terakhir tumbuh menjadi produsen pinang terbesar di Indonesia.

Untuk menarik hati petani dan pedagang pengumpul di sentra produksi, pengusaha India itu menawarkan harga beli yang lebih tinggi dari yang ditawarkan pengusaha lokal, tambahnya.

Arianto menyebutkan, harga pinang di pasar lokal, sejak awal Juni mengalami penurunan Rp1.000 per kg atau tinggal Rp6.000 dari harga Mei yang mencapai Rp7.000 per kg akibat harga ekspor turun.

Harga jual pinang di luar negeri, kata dia, tinggal US$800 dari harga bulan Mei yang mencapai US$1.000 per ton akibat sepinya permintaan khususnya dari Pakistan yang merupakan salah satu negara importir terbesar.

Penurunan pembelian pinang dari Pakistan itu sendiri terjadi karena pemerintah negara itu sedang membahas ketentuan keuangan dan perpajakan, ujar Arianto.

Petani pinang di Deli Serdang Sumut, Ayub, mengatakan, pengusaha India itu menjanjikan pembelian pinang secara rutin dalam jumlah tidak dibatasi dan dengan harga yang lebih tinggi dari tawaran pedagang pengumpul lokal.

"Sebagian besar petani mulai tergiur untuk menjual pinang ke pengusaha India itu ketimbang ke pedagang lokal," kata Ayub. (*/lpk)


KUMPULAN BERITA
# Kasus Hambalang

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top


Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER
TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Anjloknya saham VIVA dan MNC sebab quick count menangkan Prabowo
  • 5 Fakta menarik hasil pilpres di luar negeri
  • Kisah para perampok yang nyaris dibakar massa
  • 4 Reaksi pasar usai Jokowi-JK unggul quick count pilpres
  • Setelah TV layar lengkung, LG buat TV layar gulung
  • Kontroversi Ahmad Dhani selama jadi jurkam Prabowo-Hatta
  • Ini 4 pemain yang punya klub baru setelah Piala Dunia
  • 10 Alasan munculnya rasa sakit pada testis [Part 2]
  • 8 Mobil mudik andalan, nyaman taklukkan medan pedesaan
  • Polosnya Suparmi, lama di bilik sebab coblos 12 surat suara
  • SHOW MORE