Harga Karet Mentah Indonesia Meningkat di Bursa Singapura

Sumber : | Jumat, 15 Oktober 2010 09:17




Harga Karet Mentah Indonesia Meningkat di Bursa Singapura
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Harga karet alam jenis Standar Indonesia Rubber 20 di bursa Singapura, Kamis, 14 Oktober 2010, sudah menembus US$4,01 per kg untuk pengapalan November 2010, setelah sebelumnya pada 11 Oktober 2010 harganya masih US$3,822 per kg.

Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) Sumut Edy Irwansyah di Medan, Kamis, mengemukakan harga karet SIR 20 yang menguat itu dipicu dua faktor, yakni pasokan yang ketat dan menguatnya harga minyak bumi yang sudah 83,32 dolar AS per barel.

Harga US$4,01 per kg itu tercatat sebagai harga tertinggi sejak Perang Dunia Kedua. Harga karet alam itu diduga bisa meningkat lagi, meski pada penutupan di bursa Singapura (Sicom), Kamis, harga ekspor untuk pengapalan Desember dan Januari 2011 tertekan tinggal menjadi US$399 per kg.

Meski harga ekspor naik lagi, tetapi harga bahan olah karet (bokar) kadar air 100% di pabrikan Sumut masih bertahan seperti harga sebelumnya yakni Rp29.500-Rp30.000 per kg. "Harga di pabrikan baru akan naik lagi kalau harga di pasar dunia bertahan beberapa lama atau bahkan naik lagi," kata Edy.

Pedagang karet di Sumut, M. Harahap, mengatakan, harga ekspor yang bergerak naik semakin membuat pedagang kesulitan mendapatkan getah dari petani. "Tadi sore mau beli ke petani di Tapanuli tidak ada barang," katanya.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Gapkindo Suharto Honggokusuma menyebutkan, naiknya harga dipicu permintaan yang tinggi khususnya dari China, Amerika Serikat dan Jepang yang perekonomiannya mulai membaik setelah krisis global.

Sementara di tengah permintaan yang menguat itu, sebaliknya produksi di tiga negara produsen utama yakni Indonesia, Thailand, dan Malaysia justru tren menurun akibat perubahan cuaca. Dia memberi contoh, harusnya pada Juni-Agustus 2010 cuaca panas, tetapi sebaliknya terjadi curah hujan yang tinggi dan pada musim hujan September- Desember nyatanya cuaca cenderung panas.

Akibat kenaikan harga jual, kata dia, maka devisa karet Indonesia tahun ini bisa mencapai di atas US$6,5 miliar atau naik 100% lebih dibanding tahun 2009 yang hanya US$3,2 miliar, meski produksi karet nasional tidak naik seperti yang diharapkan dari 2,4 juta ton pada tahun 2009.(antara/bun)

Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya






Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Sekjen ESDM pasrah dibui KPK
  • LBH laporkan 2 anggota Polres Jaktim ke Polda Metro Jaya
  • Pemkot Solo bikin taman, pagi untuk parkir, sore buat skateboard
  • Menteri Susi: Bongkar muat tengah laut banyak mudaratnya
  • Rapat anggaran DPRD tak masuk Youtube, Ahok salahkan Kominfo DKI
  • Ahok sebut dinas PU sama sekali tak keluarkan anggaran 2 tahun
  • 13 puskesmas di Solo rusak, Pemkot tak punya anggaran
  • Tiket KA ekonomi bersubsidi Solo-Jakarta ludes terjual
  • Kubu Agung: Kepengurusan Golkar Munas Riau sudah demisioner
  • Opera Coast kini sajikan pengalaman browsing lebih cepat
  • SHOW MORE