Rick Wagoner, chairman dan CEO, mengatakan perusahaan itu bergerak maju ke sejumlah front untuk mengembangkan kendaraan berbahan bakar alternatif.
"Beda energi berarti bahwa kami akan terus memperbaiki efisiensi mesin pembakaran internal, seperti yang kami punya selama berdekade-dekade ... namun yang penting, kami juga secara dramatis mengintensifkan upaya kami untuk mengganti bahan bakar tradisional berbasis bensin ... dengan membuat lebih banyak kendaraan yang berjalan dengan menggunakan bahan bakar alternatif, seperti ethanol E-85," ia mengatakan pada pertemuan para pemegang saham GM tahunan di Wilmington, Delaware.
"Kami ... secara signifikan memperluas dan mempercepat komitmen kami terhadap kendaraan yang digerakkan secara elektris, seperti mobil konsep Chevy Volt yang kami perkenalkan di Detroit pada Januari," ia mengatakan, menunjuk pada pameran mobil tahunan Detroit.
Wagoner mengumumkan GM telah memberikan dua kontrak kepada perusahaan yang akan mempercepat pengembangan Volt.
Kontrak untuk mendesain dan menguji baterai lithium-ion jatuh ke Compact Power Inc. yang berbasis di Michigan dan ke Continental Automotive Systems.
"Oleh karena besarnya potensi yang ditawarkan Volt dan sistem E-Flex-nya untuk mengurangi konsumsi minyak, mengurangi impor minyak dan mengurangi emisi gas karbon, ini pastinya sebuah program prioritas utama untuk GM," ia mengatakan.
Volt membawa motor elektrik bertenaga baterai yang dapat menggerakkan mobil hingga 64 kilometer dengan sekali isi.
Mesin tiga silinder, satu liter, bertenaga bensin dapat menghasilkan listrik untuk mensuplai kembali baterai itu, memberikan daya jelajah mobil itu hingga 1.030 kilometer, menurut GM. (*/rsd)