YLKI Siap Fasilitasi 'Class Action' Gugat Telkom Soal Kartu Salam

Sumber : | Rabu, 2 Februari 2005 20:32




YLKI Siap Fasilitasi 'Class Action' Gugat Telkom Soal Kartu Salam
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Pengurus Harian Bidang Telekomunikasi YLKI, Sudaryatmo mengatakan, PT Telkom harus bertanggungjawab atas gagalnya Kartu Salam, layanan panggilan internasional yang digunakan sebagian jemaah haji asal Indonesia di Arab Saudi pada musim haji 2004-2005.

"Untuk itu Telkom agar mengganti rugi kepada konsumen, dan jika tidak dilaksanakan, YLKI berjanji siap memfasilitasi konsumen melakukan pengajuan tuntutan (class action)," kata Sudaryatmo kepada wartawan di Jakarta, Rabu.

Sebelumnya, keluhan tidak berfungsinya layanan Kartu Salam disampaikan Atep Kholis (48), jemaah haji asal Ciputat, Yani Royani (45) warga Jatibening Bekasi, dan Katidjo (42) warga Ciputat.

Menurut ketiganya, sejak awal, Kartu Salam tidak bisa digunakan di tanah suci Mekkah sehingga meminta PT Telkom sebagai penyedia layanan ini bertanggungjawab.

"Kita kecewa, mengapa Telkom tidak mengantisipasi hal-hal seperti ini. Kita di sini (Arab Saudi) sedang beribadah, tidak memikirkan hal-hal lain," kata Atep.

Sementara, Yani Royani menyayangkan Telkom tidak langsung mengumumkan kepada pengguna di tanah suci. "Bisa saja pihak mitra Telkom di Arab Saudi memberitahu langsung kepada kami di terminal-terminal telepon yang ada," kata Yani.

PT Telkom meluncurkan Kartu Panggil Salam pada 14 Desember 2004, dengan denominasi Rp50.000, Rp110.000, dan Rp220.000 per unit.

Kartu ini merupakan kartu panggil internasional yang dapat digunakan untuk melakukan panggilan dari luar negeri (Saudi Arabia) ke Indonesia dimana biaya percakapan diambil dari kandungan pulsa yang tercatat dalam kartu itu.

Akses kartu ini di tanah suci menggunakan nomor bebas pulsa (Toll Free) 1-800-71 dari pesawat telepon manapun di Saudi Arabia ataupun dengan menekan tombol berlogo Telkom Indonesia dari terminal khusus yang tersedia di Maghtab-Maghtab.

PT Telkom sendiri berhasil menjual sekitar 8.000 unit Kartu Salam di Indonesia di mana titik penjualannya dilakukan di Asrama Haji seluruh Indonesia termasuk Asrama Hasi Pondok Gede.

Atas kegagalan layanan ini, sebelumnya pihak Telkom beralasan karena adanya indikasi pemalsuan Kartu Salam yang temukan mitra Telkom di Arab Saudi yaitu Saudi Telecom.

Sementara itu, Direktur Bisnis dan Jasa PT Telkom, Suryatin Setiawan mengakui, selain indikasi adanya pemalsuan, juga karena perjanjian kerjasama dengan mitra di Arab Saudi terjadi ingkar janji (wanprestasi).

"Ini merupakan pengalaman bagi kami. Tidak mudah mencari mitra yang bisa dipercaya," katanya.

Untuk itu, lanjutnya, Telkom telah melakukan pengumuman pada penerbangan pulang dari tanah suci, soal akan adanya ganti rugi bagi konsumen Kartu Salam, dan pembayarannya akan dilakukan di asrama haji maupun pusat-pusat layanan PT Telkom (Telkom Plasa).

Sudaryatmo memaparkan, kalau saja rata-rata kartu panggil tersebut terjual seharga Rp110.000 per unit, maka dari sekitar 8.000 unit terjual, PT Telkom telah meraup dana hampir Rp1 miliar.

"Ini yang harus dipertanggungjawabkan Telkom. Jangan sampai gara-gara seperti ini nama Telkom kembali tercemar lagi," katanya.

YLKI menegaskan, ada dua konsep ganti rugi, yaitu dengan mengganti rugi material yakni pulsa yang telah dibeli konsumen, dan rugi immaterial yang diderita pembeli Kartu Salam misalnya tidak sampainya informasi ke keluarga di tanah air. (*/dar)


KUMPULAN BERITA
# MotoGP

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya




{prev_next_news}


Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT
Live Streaming, Jawaban Untuk Fans JKT48 Nun Jauh di Sana
Pembelaan pemerintah SBY saat subsidi BBM disebut bebani Jokowi
Kurangi makan nasi putih dan dapatkan 4 manfaat ini
Koalisi LSM nilai penahanan Florence 'lebay'
Obama baca puisi 'Cinta Gus Dur' di Muktamar PKB

Andrea Salas, WAGs Terbaru Real Madrid


Shadow Kings - Dark Ages

Wanita Yaman beri obat tidur pada anaknya biar tidak jadi nikah
5 Operasi plastik termahal yang tawarkan kecantikan instan
Masih perlukah screen protector untuk smartphone?
Kecanduan pakai sex toy, bujangan bisa tak mau menikah

Bentuk Rokok Istana Yang Beredar di Istana Presiden


Against the Wall

Tahan Florence, aparat Polda DIY dinilai sebarkan rasa takut
Ini kata para wanita soal hobi gunakan sex toy
Kisah di balik penahanan Florence
Pabrik ini klaim buat sex toy sangat mirip kelamin bintang porno

10 Tanaman Paling Mematikan Di Dunia


Viking Warfare

Mantan istri Andika The Titan & geger pose mesum berbaju PNS
Setelah boneka, kini marak sex toys bentuk kelamin bintang porno
Ini bukti ketegasan Bupati cantik Tetty Paruntu
Mengintip badong emas 1.163,09 gram milik Raja Tohjaya di Kediri
Wanita kesepian hingga lesbian di Jakarta ketagihan sex toy
Polisi dinilai terlalu cepat masukkan Florence ke dalam tahanan
Punya rekening gendut Rp 1,3 triliun, PNS Batam diciduk polisi
Wanita ini dibayar ratusan juta cuma buat uji sex toy
Berkali-kali minta maaf, Florence tetap masuk bui
Ini kata pria yang doyan pakai sex toy bintang porno
iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Tough Warrior, Pasukan elite TNI lari 17 km bawa ransel 17 kg
  • Cak Imin: ISIS itu ikatan suami istri satu
  • Charlie Hunnam bakal bintangi remake 'Escape From New York'?
  • PU gelontorkan Rp 4,77 T buat koridor ekonomi barat Sumatera
  • Budayawan Butet SMS Kapolda DIY minta Florence dibebaskan
  • Senior PPP: SDA gak tahu diri, tersangka korupsi gak mau mundur
  • Obama: Jejaring sosial membuka mata dunia
  • JK ucapkan terima kasih para kiai NU ikut menangkan Jokowi
  • ISIS bikin kurikulum sendiri buat sekolah-sekolah di Suriah
  • Elite koalisi Jokowi-JK hadiri Muktamar PKB
  • SHOW MORE