PT. Timah Tanam Jarak Untuk Petani

Sumber : | Senin, 13 November 2006 10:10




PT. Timah Tanam Jarak Untuk Petani
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Manajemen PT. Timah tengah mengembangkan kebun jarak di dua lokasi dan nantinya hasil tanaman itu akan dibagikan gratis kepada masyarakat atau petani.

Direktur Pengembangan usaha PT. Timah, Surawardi, Senin, menyatakan, himbauan pemerintah untuk mengembangkan tanaman jarak sebagai bahan baku energi alternatif, oleh direksi ditindaklanjuti sebagai bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan/

Pihaknya telah membuat dua kebun percontohan di Giri Maya dan Mentok Pangkalpinang masing-masing pada lahan sembilan dan 20 hektare.

Bibit jarak tersebut dibeli manajemen timah dari tempat pembibitan dalam bentuk sudah tertanam di polibag. Selantunya bibit tersebut dibesarkan di kebun percontohan.

Bila penanaman menunjukkan hasil menggembirakan maka bibit tersebut akan diserahkan ke petani dan masyarakat sekitarnya.

Manajemen timah tidak akan mengembangkan usaha ke sektor perkebunan jarak tersebut, namun sesuai dengan anjuran Presiden, tanaman itu juga akan dikembangkan di Bangka Belitung.

Sementara subdin perkebunan Dinas Pertanian dan kehutanan Propinsi Bangka Belitung menyatakan telah mengembangkan kebun pembibitan tanaman jarak pagar seluas lima hektare di desa Air Pelempang, kecamatan Mendo Barat, Bangka.

Dari pembibitan ini setidaknya bisa dikembangkan 15 ribu tanaman jarak pagar untuk selanjutnya diserahkan kepada petani setempat.

Sebelumnya ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mengunjungi Bangka Belitung pada 27 Juni 2006 lalu, Pemprov setempat juga diminta untuk membudidayakan tanaman jarak menjadi energi alternatif.

Untuk budidaya bibit tanaman jarak itu, pihaknya telah mengajukan dana sebesar Rp80 juta, melalui anggaran biaya tambahan tahun 2006.

Tahap awal pengembangan tanaman jarak baru dilakukan dalam skala kecil. Aparat dinas perkebunan tidak ingin setelah tanaman jarak itu ditanam dan dipanen sementara pembeli yang menampung belum jelas.

Tanaman jarak bagi petani Bangka Belitung termasuk tanaman baru yang belum dikenal sebelumnya. Petani juga belum tahu cara penanaman, perawatan serta pemanenan.

Aparat Dinas Perkebunan akan mensosialisasikan program pemerintah dalam menanam jarak pagar tersebut. Ia juga akan mencari tahu kepusat, siapa nantinya yang akan menampung hasil panen tanaman jarak petani dan berapa harga jualnya.

Bila dari hasil panen tanaman jarak itu memberikan margin keuntungan memadai serta mudah dalam pemasarannya, maka kedepan tanaman jarak pagar akan dimassalkan.

"Kita memiliki lebih dari 80 ribu hektare lahan kosong belum dimanfaatkan. Bisa saja dilahan tersebut akan dikembangkan tanaman jarak skala besar," ujarnya. (*/rit)


KUMPULAN BERITA
# Penganiayaan Artis

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya




{prev_next_news}


Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Akun Twitter anak bungsu Joko Widodo dikloning
  • Kapolri Sutarman bangga 2 polisi aktif jadi kandidat menteri
  • Ketua DPP NasDem Siti Nurbaya diwawancarai Jokowi di Istana
  • KPK geledah rumah mantan gubernur Papua di Bintaro
  • Polisi telusuri identitas mayat pria misterius di Solok
  • ESDM: Energi kita murah tapi utang, sombong nggak ketulungan
  • 30 Pecalang disiapkan untuk amankan bulan madu Raffi-Gigi
  • Inilah sekilas rencana bulan madu Raffi Ahmad dan Nagita Slavina
  • Jelang pengumuman menteri, JK mendadak temui Jokowi di Istana
  • Gerindra tagih janji Jokowi kembalikan kejayaan RI di laut
  • SHOW MORE