Mentan: Impor Beras Untuk Tekan Harga Beras

Sumber : | Minggu, 8 Oktober 2006 13:14




Mentan: Impor Beras Untuk Tekan Harga Beras
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Menteri Pertanian Anton Apriantono mengatakan, impor beras merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan harga beras di Indonesia, namun bukan untuk menganjlokkan harga dasar beras.

"Itu terbukti ketika pemerintah telah menetapkan untuk mengimpor beras sebanyak 210 ribu ton, harga beras di Indonesia turun," katanya ketika menjawab pertanyaan Ketua HKTI NTB, Ir. Jubaidin Abidin di Pondok Pesantren Al Kautsar Al Gontori, Aik Nyambuk, Aikmel, Lombok Timur, Sabtu (7/10).

Dalam dialog seusai menyerahkan dana bantuan Lembaga Mandiri Mengakar pada Masyarakat (LM3) dia menjelaskan, masyarakat Indonesia adalah masyarakat petani karena sekitar 70% penduduk adalah petani. Petani Indonesia rata-rata miskin, sehingga untuk dapat menjangkau harga beras maka dilakukan impor.

Namun saking banyaknya komentar dari berbagai kalangan terhadap impor beras, maka banyak yang mengartikan impor beras itu salah karena Indonesia dikatakan kekurangan beras. Dalam impor beras, katanya, yang perlu dipahami bahwa swasembada beras di suatu negara bukan berarti tidak boleh sama sekali membeli beras dari luar negeri.

Sekarang adalah era perdagangan global, sehingga negara mana saja boleh menjual beras ke luar negeri atau sebaliknya membeli beras dari luar negeri. Kalau dilihat dari produksi padi Indonesia cukup untuk kebutuhan dalam negeri, namun inpor yang dilakukan pemerintah adalah hanya sekitar 1%.

Impor beras tahun 2006 merupakan yang terkecil dibanding dengan impor-impor tahun sebelumnya, seperti pada tahun 1984 sebanyak 414 ribu ton bahkan tahun 2005 sebesar 1,9 juta ton.

"Masalah impor tidak selalu berkaitan dengan produksi cukup, tetapi berkaitan dengan masalah harga beras," katanya.

Sebelumnya Ketua HKTI NTB Jubaidin menyayangkan kebijakan pemerintah mengimpor beras dalam rangka memenuhi kebutuhan stok beras di Indonesia. "Dengan impor ratusan ribu ton beras berarti menjatuhkan harga beras dalam negeri dan itu akan sangat merugikan petani," katanya.

Kalau pada musim panen Bulog membeli gabah petani sebanyak-banyaknya, maka Indonesia tidak akan kekurangan beras, namun sayangnya Bulog hanya membeli sebagian kecil dari produksi tersebut.

NTB, kelebihan beras lebih dari 300 ribu ton per tahun dan kelebihan beras tersebut dikirim ke berbagai daerah seperti NTT, Maluku, Papua dan Bali, untuk memenuhi kebutuhan beras di daerah tersebut. (*/bun)

Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman


JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya





Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Isran Noor siap bersaing dengan SBY asal didukung kader
  • Megawati dinilai paling pantas jadi Ketum PDIP 2015-2020
  • Seberapa penting Hari Ibu untuk seorang Andien?
  • Lahirkan anak ketiga, mau tahu nama bayi Kourtney Kardashian?
  • Kasus Bangkalan, Dirut Pertamina pasrah KPK usut anak buahnya
  • Korupsi Rp 13 M, pejabat USU diadili
  • Pengusaha ingin remaja 17 tahun diizinkan bekerja
  • Mega sebut adat penyebab perempuan enggan terjun ke politik
  • Pemerintah siapkan Rp 12 triliun untuk beli saham 3 BUMN ini
  • Koma kecelakaan, saat sadar pria Inggris fasih bahasa Prancis
  • SHOW MORE