Kerugian Akibat 'Illegal Fishing' di KTI Capai Rp10 Triliun

Sumber : | Kamis, 4 Agustus 2005 22:32




Kerugian Akibat 'Illegal Fishing' di KTI Capai Rp10 Triliun
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Dinas Perikanan dan Kelautan Propinsi Sulawesi Utara (Sulut) memperkirakan akibat illegal fishing dilakukan kapal-kapal asing di perairan wilayah Kawasan Timur Indonesia (KTI) bagian utara, mengakibatkan kerugian mencapai Rp5 triliun hingga Rp10 triliun setiap tahun.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Sulut, Frets L Kaunang, Kamis di Manado, mengatakan, nilai kerugian sangat besar itu dihitung dari volume ikan dicuri mencapai 500 hingga 1000 ton per tahun.

"Dihitung dari potensi perikanan, maka hilang dicuri berbagai kapal asing ilegal capai sepertiga hingga setengah dari total potensi ikan Indonesia di laut Sulawesi, Maluku dan Samudera Pasifik,"kata Frets.

Langkah dilakukan untuk menekan illegal fishing, selain operasi penertiban rutin dilakukan diperairan Indonesia, juga mewajibkan seluruh kapal-kapal penangkap ikan menggunakan blanko perijinan baru.

Kendati masih terjadi illegal fishing, tetapi secara umum produksi ikan dari nelayan Sulut terus mengalami peningkatan, tahun 2005 diperkirakan mencapai 207 ribu ton atau naik sekitar lima persen dibandingkan produksi tahun 2004 sebesar 198 ribu ton.

Terjadinya peningkatan produksi tersebut karena permintaan pasar luar negeri semakin banyak, juga karena konsumsi produk perikanan dari masyarakat Sulut dan Indonesia pada umumnya semakin tinggi.

Permintaan luar negeri paling menonjol saat ini datang dari negara-negara Asia seperti Jepang, Cina dengan marketshare mencapai 50%, selebihnya terbagi hampir merata di negara Eropa dan Amerika.

Produk perikanan Sulut banyak diminta pasar luar negeri saat ini, yakni ikan beku terdiri dari malalugis, tuna dan cakalang, katanya. (*/dar)

Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

{prev_next_news}


Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Menaker Hanif kerahkan 1.507 pengawas awasi pelaksanaan UMP 2015
  • Bank Indonesia harus lakukan transformasi
  • Jero pasang badan buat Sutan soal upeti ke Komisi VII
  • Ambisi BI jadikan pasar keuangan Indonesia jagoan di ASEAN
  • Gubernur BI terkesan kecepatan kabinet kerja pemerintahan Jokowi
  • BI dukung penuh keputusan Presiden Jokowi naikkan harga BBM
  • BI sebut kenaikan suku bunga AS mengkhawatirkan bagi Indonesia
  • Aneh, 7 galaksi tua tak dikenal tiba-tiba menampakkan diri
  • Agus Marto apresiasi langkah Jokowi keluarkan tiga kartu sakti
  • Datangi JK, Dubes Palestina minta dukungan kemerdekaan dari RI
  • SHOW MORE