Merdeka.com tersedia di Google Play



Harga Minyak Goreng Sulit Ditekan di Bawah Rp6.000

Sumber : | Senin, 11 Juni 2007 13:29


Harga Minyak Goreng Sulit Ditekan di Bawah Rp6.000
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Harga minyak goreng yang sampai saat ini masih mencapai sekitar Rp9.000 per kg sulit untuk dikembalikan ke harga sebelum adanya gejolak harga yang mencapai Rp5.300 hingga 5.500 per kg.

"Sebelum gonjang-ganjing ini, harga minyak goreng sempat Rp5.300 hingga Rp5.500 per kg, tapi dengan kondisi pasar dunia seperti sekrang ini rasanya sulit untuk kembali ke titik itu," kata Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan, Bayu Krisnamurthi di Kantor Menko Perekonomian Jakarta, Senin.

Menurut dia, masyarakat dan pemerintah harus menerima titik atau harga keseimbangan baru harga minyak goreng di dalam negeri yaitu mencapai sekitar Rp6.800 hingga Rp7.000 per kg.

"Itu harus dihitung dengan cermat. Di sisi lain, pemerintah telah memberi waktu kepada masyarakat untuk melakukan adjustment (penyesuaian)," kata Bayu Krisnamurthi.

Menurut dia, perkembangan harga minyak sawit mentah (CPO) di dunia yang pada akhirnya juga mempengaruhi pasar di Indonesia, tidak terlepas dari perkembangan kebijakan di dunia, termasuk kebijakan menyangkut pengembangan biofuel yang berasal dari kelapa sawit.

"Apapun itu, pasti akan mendorong harga CPO dunia akan naik sehingga konsekuensinya harus dilihat lagi," katanya.

Menurut Bayu, program stabilisasi harga (PSH) minyak goreng terutama melalui operasi pasar (OP), domestik market obligation (DMO), dan pajak ekspor (PE) tetap akan dilanjutkan hingga akhir Juni 2007.

"Kita akan coba jalankan itu dulu, tiga kebijakan yaitu OP, DMO, dan PE. Mungkin nantinya ketiga-tiganya, dua, atau satu saja, kita lihat saja. Nanti akan kita evaluasi," katanya.

Mengenai kemungkinan pengenaan subsidi, Bayu mengatakan, sebetulnya sudah dilakukan dalam PSH. Sebelum PSH, harga minyak goreng di pasar mencapai Rp8.000 per kg, dengan target Rp6.500 hingga Rp6.800 per kg maka ada subsidi yang dibayar oleh pengusaha.

"Ini tidak membuat mereka rugi, tapi mengambil sebagian keuntungan yang melonjak begitu tinggi dalam waktu singkat karena harga yang terjadi dalam dua bulan terakhir. Jadi yang diambil dari windfall saja karena kenaikan harga drastis itu, sebagian profit itu dikembalikan dalam bentuk PSH," katanya.

Sementara itu mengenai sanksi pelanggaran DMO di mana dari total produksi CPO sebesar 16 juta ton, sebesar 4,5 juta ton untuk dalam negeri, Bayu mengatakan, dari sekian banyak produsen hanya empat yang tidak memenuhi komitmennya. `

Ini karena ada berbagai masalah seperti ada kontrak jangka panjang atau sedang ada perubahan status kepemilikan. Ini sedag dicari penyelesaiannya karena tidak mungkin mengubah kontrak karena ada kepentingan usaha," jelasnya.

Menurut dia, sanksi akan lebih diarahkan kepada produsen yang tidak berkomitmen, tidak semuanya. Sanksi sedang dikaji namun pendekatan persuasif akan diutamakan.

"Tapi kalau misalnya, harga belum juga stabil, kita coba kebijakan yang lain," katanya. (*/rit)


KUMPULAN BERITA
# Pencabulan

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Pencabulan, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Pencabulan.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup






Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Caleg Hanura curhat, mengaku dicurangi rekan separtai
  • Lolos ke Senayan Nico Siahaan ingin perbanyak SMK daripada SMA
  • Hilirisasi Freeport mendapat penanganan khusus dari ESDM
  • PDIP minta Fadli Zon buat puisi pasukan nasi liwet & nasi pecel
  • Bersama KH Maimun Zubair, SDA datangi Mukernas kubu Romi
  • Aceng Fikri peringkat kedua pemilihan DPD di Garut
  • Baines: Ashley Cole bagai 'robot'
  • Genjot daya saing, SBY minta UKM belajar ke bangsa asing
  • KakaoTalk dan JKT48 kampanyekan 'Beli 1, Gratis 1'
  • Pramono Anung: Politikus tenar gagal terpilih karena lupa rakyat
  • SHOW MORE