Merdeka.com tersedia di Google Play



Harga Karet Mentah di Sumsel Terus Naik

Sumber : | Sabtu, 27 Januari 2007 13:34


Harga Karet Mentah  di Sumsel Terus Naik
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Harga pasaran karet Sumsel, dalam sepekan terakhir ini cendrung mengalami kenaikan, karena harga karet dunia selama beberapa bulan terakhir ini terus membaik.

Sekretaris pengurus Gapkindo Sumsel, H. Awie Aman di Palembang, sebelumnya mengatakan bahwa harga pasaran karet akhir-akhir ini terus membaik sehingga para petani patut berlega karena semua kebutuhan sehari-hari dari hasil menjual karet dapat terpenuhi.

Menurut dia, sekarang ini harga karet kadar kering (kk) 100 % dipatok Rp6.500 per kilogram, sedangkan karet jenis SIR 20 fob tercatat harga tertinggi Rp17.688 per kg.

Ia memperkirakan, harga tersebut akan terus mengalami kenaikan, pada Senin mendatang (29/1) harga karet kk 100% diprediksi akan mencapai Rp17 ribu per kg.

Semakin membaiknya harga karet tersebut, antara lain disebabkan pasaran karet dunia membaik serta semakin tingginya tingkat kesadaran petani untuk memproduksi karet mutu bagus, katanya.

Mengenai produksi, menurut Awie, produksi karet Sumsel untuk kegiatan ekspor rata-rata per bulan antara 45 ribu hingga 55 ribu ton.

Jumlah produksi tersebut khusus dijual pedagang pengumpul ke belasan pabrik pengolahan karet anggota Gapkindo di wilayah Palembang, belum lagi yang dipasarkan langsung oleh pedagang pengumpul ke pengusaha pengolahan karet di Lampung, tambahnya.

Ia berharap, para petani di Sumsel terus meningkatkan mutu karet yang dihasilkan agar harga jual semakin tinggi sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan para petani itu sendiri.

Hanya saja, kenaikan harga karet akhir-akhir ini agaknya kurang menguntungkan karena bersamaan dengan musimn penghujan, kata beberapa pedagang pengumpul di kawasan pabrik pengolahan karet PT Remco kawasan Kertapati.

Menurut pedagang pengumpul, akibat musim penghujan maka hasil sadapan petani menjadi berkurang.

Kalau cuaca sedang bagus bukan musim penghujan dan tidak pula kemarau, rata-rata hasil karet petani yang dapat dikumpulkan bisa mencapai 20 hingga 30 ton per pekan khusus dari daerah penghasil Kabupaten Muara Enim saja.

Sekarang ini jumlah produksi karet petani dari daerah itu menurun hanya rata-rata 15 hingga 20 ton per pekan, kata Habib, pedagang pengumpul asal Kabupaten Muara Enim. (*/rsd)




Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • SDA tak hadir, Emron nyatakan berhak buka Rapimnas PPP
  • Bibi Kim Jong-un 'menghilang ' dari film propaganda Korea Utara
  • Jadi pedangdut, mudahkan Kristina seleksi pria idaman
  • Tepergok curi mesin alat berat, Suharyanto ditembak polisi
  • Rapimnas PPP dimulai, Suryadharma Ali tidak muncul
  • Trailer Perdana 'THE GREEN INFERNO diluncurkan!
  • Haji Lulung: Pertemuan di DPP PPP memperuncing masalah
  • Polisi bubarkan bentrok, satu warga Buol terkena peluru nyasar
  • ASUS akhirnya bawa ZenFone dan ASUS ZenUI ke Indonesia
  • Dimyati: Rapimnas tanpa izin ketua umum PPP itu ilegal
  • SHOW MORE