Harga Jual Kayu Perhutani 60% di Bawah Harga Pasar

Sumber : | Rabu, 13 Juli 2005 21:36




Harga Jual Kayu Perhutani 60% di Bawah Harga Pasar
Kapanlagi.com

Merdeka.com - Kapanlagi.com - Dirut Perum Perhutani Transtoto Handadhari menegaskan harga jual kayu produksi Perhutani masih rendah dan hanya 60% dari harga pasar, sehingga potential lost yang harus ditanggung BUMN di lingkungan kehutanan ini lebih dari Rp1 triliun per tahun.

Kondisi itu, menurut Transtoto pada sosialisasi kebijakan direksi baru Perum Perhutani di Semarang, Rabu (13/7), terjadi karena banyaknya mafia yang terlibat dalam pemasaran kayu produksi Perum Perhutani.

"Tidak tertutup kemungkinan keberadaan mafia yang sangat merugikan penerimaan perusahaan ini karena ada keterlibatan orang dalam Perhutani. Mafia pemasaran kayu ini sangat berperan dalam terciptanya penurunan harga," menurut dia.

Selama ini, katanya menilai, sistem pemasaran yang sudah berjalan membuat Perhutani kehilangan kesempatan untuk meraih pendapatan sebesar Rp400.000-Rp500.000 per meter kubik dari produksi kayu yang dijualnya.

"Bayangkan berapa kerugian Perhutani jika tahun 2005 mendapat jatah produksi tebangan (JPT) jati 344.204 meter kubik. Belum lagi dari penjualan kayu jenis lain seperti sengon, mindi, mahoni, dan pinus."

Karena itu, tegasnya, upaya menekan "potential lost" ini akan dilaksanakan dengan merombak sistem pemasaran seperti membenahi lelang kayu jati yang sering dimainkan pembeli, melancarkan tindakan hukum untuk mereka yang terlibat dalam mafia dan menyebabkan kerugian bagi penerimaan Perhutani sebagai BUMN.

"Siapa saja oknum Perhutani yang terlibat dalam mafia ini akan ditindak habis. Kelompok mafia yang sudah ada juga akan dieliminir dan akan dijerat dengan tindakan hukum jika masih terus merugikan Perhutani."

Dia juga meminta agar aparat di bawahnya tidak lagi berusaha main-main dengan menurunkan sortimen, diameter, ketebalan kayu gergajian, dan berbagai cara lain yang pada akhirnya menurunkan pendapatan perusahaan namun dapat memberi pemasukan kepada diri sendiri.

"Kita juga akan memperbesar penjualan langsung bahan baku kayu ke pengrajin atau perusahaan pengolahan kayu untuk mendapat harga lebih tinggi." Meski demikian, Transtoto menegaskan berbagai upaya untuk menekan "potential lost" itu tidak mudah dilaksanakan.

Pada kesempatan itu, Transtoto juga mensinyalir digunakannya Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH) untuk mengubah status kayu Perhutani menjadi kayu dari hutan rakyat.

Besarnya "potential lost" ini menjadi ironis karena kemampuan pasok bahan baku kayu Perhutani yang berasal dari JPT sendiri tahun ini hanya sekitar 739.487 meter kubik, terdiri dari 344.204 meter kubik kayu jati dan 395.283 kayu rimba, sedang kebutuhan industri mebel di Jawa saja diperkirakan mencapai dua juta meter kubik.

Kondisi itu, tegas Transtoto, seharusnya membuat harga kayu dari Perhutani tinggi di pasar dan "potential lost" tidak sebesar itu jika manajemen pemasaran berjalan dengan efisien dan efektif.

Sementara itu, Direktur Pemasaran Perhutani Ahmad Fachrodji mengatakan upaya meningkatkan profit dan perbaikan sistem pemasaran juga akan dilaksanakan dengan upaya meningkatkan nilai tambah melalui pemrosesan kayu bulat menjadi kayu gergajian di industri milik perusahaan.

Hal itu dilaksanakan setelah industri pengoalahan kayu milik Perhutani dibenahi dari sisi manajemen dan teknologi, sehingga mampu berproduksi secara efisien dan berdaya saing, katanya.

Saat ini, kata Fachrodji, "Direksi tengah menggodok pembaruan sistem pemasaran yang bisa memberikan keuntungan dan pendapatan paling besar bagi perusahaan."

Restrukturisasi

Pada kesempatan itu, Transtoto juga mengatakan direksi baru Perhutani akan memperbaiki institusi agar efektif melalui restrukturisasi dan reformasi dengan mengisi posisi yang masih lowong di berbagai tingkatan.

"Tahun ini diharapkan semua jabatan yang lowong sudah bisa terisi penuh dengan SDM berkualitas dan profesional yang sudah melalui fit and proper test."

Untuk mengatasi ketimpangan umur tanaman yang mengancam kemampuan produksi Perhutani, dia mengatakan, direksi baru akan membangun sistem yang memungkinkan Perhutani setiap tahun dapat melakukan penebangan dalam volume yang sama dengan tetap memperhatikan kelestarian hutan.

Di sisi lain, menurut dia, direksi juga tengah mengajukan usulan kepada Menhut agar volume penebangan dapat diatur sendiri oleh perusahaan karena sudah memiliki manajemen kehutanan yang tertata.

Menyangkut Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM), Transtoto mengatakan, dia menginginkan Perum Perhutani Unit I Jateng bisa dijadikan contoh untuk unit yang lain. Yang pasti, katanya, partisipasi dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan harus dapat meningkat. "Mereka juga harus terlibat dalam setiap kegiatan pengelolaan hutan yang dilakukan Perhutani."

Sementara itu, Kepala Perum Perhutani Unit I Jateng , Sofyan Hanafi, mengatakan, tahun ini pihaknya ditargetkan memperoleh laban sekitar Rp267 miliar.

Saat ini, "standing stock" akhir tahun 2004 yang dimiliki Perum Perhutani Unit I Jateng adalah 8,3 juta meter kubik kayu jati dan 13,6 juta meter kubik kayu rimba. Masalahnya, menurut Sofyan, standing stock kayu jati itu kebanyakan berasal dari tanaman yang masuk kelompok umur 1-30 tahun 3,2 juta meter kuibik yang berada di areal seluas 90.241 hektar.

Tanaman yang masuk dalam kelomok umur 1-30 tahun itu jumlahnya sekitar 60% dari total standing stock yang dimiliki Perum Perhutani Unit I Jateng, katanya. (*/dar)

Kunjungi portal hao123 untuk akses internet aman dan nyaman

KUMPULAN BERITA
# Uang Palsu

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya




{prev_next_news}


Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG
LATEST UPDATE
  • Jaksa hukum cambuk 7 penjudi di Bireuen Aceh
  • Menkes minta usia minimal wanita nikah umur 20 tahun
  • Tantangan ganda Nicholas Saputra di Pendekar Tongkat Emas
  • Golkar pertimbangkan undang Jokowi ke Munas di Bali
  • BNN ingin rumah ibadah jadi tempat rehabilitasi pecandu narkoba
  • Nicholas Saputra harap penonton bergairah tonton film silat
  • PPATK sebut bakal ada pejabat tinggi terlibat kasus besar
  • Ical sudah bicara dengan Kapolri, yakin munas di Bali diizinkan
  • Jaksa minta hakim tolak pledoi Assyifa
  • Gerai baru Domino's Pizza tawarkan konsep teater pizza
  • SHOW MORE