Tersinggung, ISIS ancam bunuh bintang dan kru sinetron Black Crows
Merdeka.com - Kelompok Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) ternyata juga meluangkan waktu buat menyaksikan sinetron. Namun, setelah melihat tayangan drama berseri berjudul Black Crows, mereka naik pitam lantas menebar ancaman bakal membunuh sejumlah pemain dan kru.
Hal itu disampaikan langsung oleh dua aktris didapuk memerankan dua tokoh dalam sinetron itu, yakni Mona Shaddad dari Kuwait dan Aseel Omran dari Arab Saudi. Menurut Mona, dia hanya mencoba menunjukkan kebolehannya dalam berakting demi menyingkap fakta tentang bagaimana kehidupan para perempuan bergabung dengan ISIS.
"Saya tidak takut karena yakin Allah S.W.T., melindungi saya. Selama syuting kami juga dilindungi oleh oleh aparat keamanan dan Middle East Broadcast Group," kata Mona seperti dilansir dari laman Al Arabiya, Rabu (31/5).
Sedangkan Omran memilih mengabaikan ancaman ISIS. Sebab dia meyakini tempat tinggalnya saat ini, Dubai di Uni Emirat Arab, adalah lokasi teraman di dunia.

"Kalau saya ditanya soal ancaman ISIS beberapa tahun lalu, saya pasti takut. Namun sekarang tidak merasa khawatir. Saya lebih memilih menjalankan puasa selama Ramadan. Saya meyakini Allah S.W.T., melarang mereka melakukan itu," kata Omran.
Sang sutradara, Ali Jaber, menyatakan semua pihak, termasuk stasiun televisi menayangkan, sudah tahu soal ancaman ISIS itu. Namun menurut dia, Stasiun Televisi MBC bukan ancaman buat ISIS.
"MBC selama ini berpendirian moderat di masyarakat Arab, dan sangat bertolak belakang dengan gaya ISIS," kata Ali.
Sejak ditayangkan, sinetron Black Crows memang membetot banyak penonton di Timur Tengah selama Ramadan. Tayangan itu diputar oleh stasiun televisi MBC. Sejauh ini sudah empat episode mengudara.
Jalan ceritanya bertema tentang kehidupan para perempuan bergabung dan kaum hawa yang hidup di bawah kekuasaan ISIS.
Mona memerankan tokoh seorang perempuan paruh baya dari Kuwait yang kesulitan mencari jodoh selama 20 tahun, dan memilih bergabung dengan ISIS berharap bisa menikah dengan salah satu anggota ISIS. Menurut dia, pesan dalam perannya adalah bagaimana mudahnya seseorang dicuci otak buat direkrut ke dalam kelompok radikal dengan segudang janji manis, tetapi terbalik dari kenyataannya.

"Tujuan saya utama saya adalah buat mengubah pemahaman orang-orang Arab dan memperlihatkan kekejaman kelompok itu," ujar Mona.
Dalam salah satu adegan sinetron itu diceritakan bagaimana ISIS mempekerjakan anak-anak dalam memproduksi narkoba dan menjualnya. Di episode lain sutradara menggambarkan bagaimana anggota laki-laki ISIS memperkosa perempuan dan bocah. Termasuk menuturkan tentang penderitaan perempuan kaum Yazidi yang dijadikan budak seks hingga para ibu yang kehilangan anak-anaknya.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya