Merdeka.com tersedia di Google Play


Tambah jumlah penduduk, Iran hapus program KB

Reporter : Ardini Maharani | Jumat, 3 Agustus 2012 22:37


Tambah jumlah penduduk, Iran hapus program KB
Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad. Tiga tahun lalu dia berencana memberikan tabungan buat tiap bayi dan tunjangan tahunan. (Merdeka.com)

Merdeka.com - Republik Islam Iran memutuskan mencabut program pengendalian kelahiran demi menggenjot pertambahan jumlah penduduk secepat mungkin. Perintah itu diberikan langsung oleh Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei. Dia meminta peraturan usang itu diakhiri. Negeri Mullah itu berencana menaikkan populasi warganya dari 150 juta menjadi 200 juta orang, seperti dilaporkan stasiun televisi Al Arabiya, Jumat (3/8).

Penduduk Iran saat ini tercatat sekitar 75 juta orang, berdasarkan sensus terakhir. Tetapi sejak 1980, pertumbuhan penduduk negara itu malah menurun merujuk data Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2009.

Hal itu terjadi lantaran keinginan masyarakat dan pemerintah Iran. Mereka lalu menggulirkan berbagai program pengendalian laju pertumbuhan penduduk. Beberapa di antaranya dengan menerapkan metode keluarga berencana. Program ini dikenalkan pada era 1990-an. Selain itu departemen kesehatan mulai memperkenalkan pemakaian alat kontrasepsi dan mendukung vasektomi bagi para lelaki. Selain itu mereka membangun pabrik kondom dan membuat beleid buat mengatur kehamilan bagi pengantin baru.

Ali Khamenei menyatakan dia mengutip wasiat mendiang Ayatullah Ruhullah Khomeini sebelum wafat yang mengatakan penduduk Iran harus bertambah hingga 200 juta orang dan setiap keluarga mesti memiliki dua orang anak. "Kita hendak mencapai itu," kata Khamenei.

Menanggapi keputusan itu, Menteri Kesehatan Marzih Vahid Dastjerdi mengatakan telah menarik anggaran pengadaan alat kontrasepsi dan program vasektomi sebesar Rp 477,9 triliun. Kini dana itu digunakan buat menaikkan populasi penduduk sampai mencapai target diinginkan. Selain itu, semua program keluarga berencana dan sejenisnya sudah dihapus dari pelayanan kesehatan.

Meski begitu, penulis Iran Musa Sharififarid menentang rencana itu. Dia mengatakan pemerintah harus lebih dulu mensejahterakan warga miskin. "Lebih baik memulangkan tiga juta orang asing di Iran daripada mesti meningkatkan populasi," kata Musa.

Menurut sastrawan sekaligus aktivis pro demokrasi itu saat ini lebih dari 10 juta warga Iran hidup memprihatinkan. Mereka bahkan tidak mampu membeli daging walau sebulan sekali. Dia malah mengatakan kebijakan itu konyol.

Tiga tahun lalu, Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad menyarankan agar tiap keluarga di Iran menambah anak sebagai upaya mengalahkan negara Barat. Bahkan dia berencana memberikan tabungan senilai Rp 8,7 juta buat setiap bayi baru lahir, dan tunjangan sebesar Rp 879 ribu tiap tahun sampai usia mereka 18.

Namun, para ahli percaya penghapusan kebijakan pengendalian kelahiran hanya menimbulkan keengganan pasangan kekasih menikah, apalagi sampai memiliki anak. Karena kondisi ekonomi dalam negeri Iran masih diliputi oleh masalah pengangguran dan inflasi. Itu adalah efek dari embargo negara-negara Barat lantaran mereka menolak menghentikan program nuklir.

[fas]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Iran, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Iran.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Jokowi: Kita mau dengan Golkar, tapi tak mau bagi-bagi menteri
  • Libur panjang Paskah, jalur Puncak macet 7 KM
  • Takut berita berskala internasional, penjagaan gereja diperketat
  • Jusuf Kalla pesimis koalisi partai Islam bisa terealisasi
  • Kasus sodomi JIS, polisi sita flash disk & SIM card milik Awan
  • Lumpuhkanlah Ingatanku dapat penghargaan, Geisha termotivasi
  • Salju longsor di Gunung Everest, sembilan orang tewas
  • Libur panjang, mal umbar potongan harga
  • Jokowi ungkap sosok cawapres impiannya di rumah dinas
  • Keluarga Shock dengar Awan sodomi bocah TK JIS
  • SHOW MORE