Taliban tembak mati politikus sekuler

Reporter : Vincent Asido Panggabean | Jumat, 12 April 2013 15:30




Taliban tembak mati politikus sekuler
Milisi Taliban. ©2012 addyjagat.com

Merdeka.com - Kelompok milisi Taliban kemarin dikabarkan telah menyerang dua kandidat dari partai politik beraliran sekuler di Pakistan dan berhasil membunuh salah satunya. Hal ini terjadi setelah Taliban Pakistan memperingatkan mereka akan menyerang kelompok sekuler menjelang pemilihan umum yang akan digelar pada 11 Mei mendatang.

Surat kabar the Wall Street Journal melaporkan, Jumat (12/4), tiga partai politik beraliran sekuler Pakistan, yang membentuk pemerintahan koalisi dan memimpin negara itu sejak pemilu terakhir pada 2008, mengatakan mereka merasa dirugikan oleh serangan Taliban.

Kelompok Taliban mengklaim pihaknya bertanggung jawab atas pembunuhan Fakhrul Islam, kandidat anggota parlemen untuk Provinsi Sindh dari Kota Hyderabad. Dia merupakan perwakilan dari Partai Muttahida Quami Movement (MQM) yang beraliran liberal.

Pejabat senior Kepolisian Peshawar, Sagib Ismail Memon, mengatakan Fakhrul Islam ditembak oleh dua orang dengan menggunakan motor saat dirinya sedang menuju kantor dari rumahnya menggunakan angkutan. Politikus dari Partai MQM ini tewas di tempat setelah tiga peluru bersarang di tubuhnya.

"Setelah menembak korban pelaku tidak dapat menghidupkan motor dan harus mencuri motor lainnya untuk melarikan diri," kata Memon. "Obyek terorisme ini dilakukan untuk mengganggu proses pemilihan umum sehingga para pemilih tidak keluar dari rumah mereka."

Politikus kedua yang menjadi target serangan milisi Taliban terjadi kemarin adalah anggota dari Partai ANB, Arbab Ayub Jan, yang mengundurkan diri dari jabatan menteri pertanian di Provinsi Khyber Pakhtunkhwa.

Meski kendaraan Jan hancur, namun dia dikabarkan tidak mengalami luka-luka. Saat itu, dia sedang berada di jalan menuju rumahnya usai menghadiri acara pemilihan umum di Peshawar. Jan akan kembali mencalonkan diri untuk parlemen provinsi.

Partai MQM, Partai Rakyat Pakistan (PPP), dan Partai Nasional Awami (ANP), telah dijadikan target oleh Taliban sebagai ancaman bagi kelompok sekuler. Anggota parlemen dari Partai Nasional Awami yang kembali mencalonkan diri kemarin juga dikabarkan lolos dari serangan bom yang terjadi di pinggiran Kota Peshawar.

"Ini bukan pemilihan umum yang adil buat kita. Kita tidak diberikan kesempatan yang sama," kata pejabat senior Partai MQM, Farooq Sattar, kemarin. "Peristiwa ini merupakan konspirasi untuk merebut mandat kami."

Pemilihan umum yang bakal digelar pada 11 Mei mendatang akan memilih pemerintah nasional serta pemerintah bagi empat provinsi. Selama periode pemilihan umum, pemerintahan provinsi dan pemerintahan nasional akan dijalankan oleh pemerintah sementara yang netral.

Ancaman terhadap partai sekuler yang dilakukan Taliban Pakistan ini justru bisa membantu kelompok-kelompok agama dan konservatif untuk mendapat keuntungan saat kampanye di hadapan publik. Namun, pihak sekuler berharap kekerasan yang dilakukan terhadap mereka akan menarik simpati perolehan suara.

"Serangan terhadap kandidat dari MQM merupakan kelanjutan dari strategi kami dalam menargetkan partai-partai sekuler di negara ini. Kami akan terus menargetan para anggota dan calon dari partai MQM, PPP, dan ANP, serta kampanye-kampanye pemilu mereka, sebab pihak ini merupakan wajah dari orang-orang sekuler kafir," ujar Juru bicara Taliban Pakistan, Ehsanullah Ehsan, kemarin.

[fas]

KUMPULAN BERITA
# Pakistan# Taliban

JANGAN LEWATKAN BERITA
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Anas Urbaningrum, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Anas Urbaningrum.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup
Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya







Komentar Anda


Be Smart, Read More
Back to the top

Today #mTAG iREPORTER
LATEST UPDATE
  • Setelah kematiannya, wanita ini selamatkan hidup dua orang
  • Hari ini, Jokowi bacakan surat pengunduran diri sebagai gubernur
  • SBY: Sudah lama saya ingin bertemu Mega, sejak 10 tahun lalu
  • Pramono Anung isyaratkan PDIP menyerah soal pimpinan DPR
  • PDIP bikin onar di rapat pemilihan pimpinan DPR
  • Ibu kaget pergoki anaknya usia 14 tahun tidur sama pria bertato
  • SBY sebut Perppu Pilkada rampung, sore dikirim ke DPR
  • Setya Novanto siap jadi Ketua DPR
  • Transaksi Rp 7.500 T akibat salah sistem gegerkan bursa Tokyo
  • Mendagri sebut SBY terus godok Perppu terkait UU Pilkada
  • SHOW MORE