Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tak semulus di permukaan

Tak semulus di permukaan Diplomat Amerika di Rusia Christopher Ryan Fogle. ©euronews.com

Merdeka.com - Perang Dunia II merupakan peristiwa konflik terbesar sejarah antara dua aliansi militer kuat. Mereka mendirikan dua kubu yakni sekutu, termasuk di dalamnya Amerika Serikat, dan poros, diperkuat Uni Sovyet.

Perang tak hanya terjadi di permukaan. Untuk menjatuhkan lawan, kedua pihak perlu mengetahui kelemahan musuh. Tidak mungkin melihat kelemahan itu secara terang-terangan. Di sinilah mata-mata bekerja. Mereka mencari tahu sisi mana lawan dapat dihancurkan.

Dilansir dari surat kabar New York Post (2010) meski perang sudah berakhir lebih dari lima dekade, nyatanya kecurigaan masing-masing pihak terus berlanjut. Tiga tahun lalu 10 orang dipercaya agen mata-mata Rusia tertangkap di Amerika Serikat. Mereka terbukti mengawasi aktivitas Gedung Putih dan pusat keamanan Negeri Adidaya itu, Pentagon.

Mereka langsung disidang setelah beberapa hari ditahan. Mungkin nasib mata-mata sekarang lebih mujur sebab tak perlu merasakan dinginnya lantai penjara bertahun-tahun. Berkat hubungan diplomatik baik kedua negara, agen-agen itu langsung dilepaskan.

Amerika bilang tidak ada gunanya memegang agen ebab pemerintahan Presiden Barack Hussein Obama juga tidak ambil pusing. "Itu hanya sisa-sisa peninggalan Rusia kuno," ujar seorang pejabat enggan namanya disebut.

Pemerintah Amerika pun menolak melansir nama-nama agen itu. Namun Ibu Kota Moskow mengatakan intelijen tertangkap di Ibu Kota Washington D.C itu semuanya mantan perwira militer di Rusia dan ada seorang ahli nuklir.

Tak semua agen itu berdarah Rusia. Malah ada kelahiran Peru dan salah satu mata-mata itu perempuan. Dia putri seorang diplomat dari Negeri Beruang Merah bernama Anna Chapman.

Kemarin, diplomat Amerika Ryan Christopher Fogle bermukim di Rusia diusir dari Moskow. Dia dituduh bagian dari dina intelijen Amerika CIA untuk memata-matai Istana Kremlin. Saat ditangkap pekan lalu Fogle nampak menggunakan wig dan setelahnya kedutaan besar menolak komentar pada kasus ini.

Kasus ini bisa jadi menjadi pintu awal sebenarnya hubungan Amerika dan Rusia tidak seharmonis di permukaan. Dalam hati mereka saling mencurigai dan bertukar mata-mata. (mdk/din)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP