Suriah balas usir diplomat Barat
Merdeka.com - Suriah balas mengusir diplomat negara-negara Barat. Kebijakan ini menyusul pidato Presiden Basyar al-Assad yang menuding pihak asing bertanggung jawab mengacaukan situasi dalam negeri negara itu.
BBC melaporkan, Selasa (5/6), pemerintah Suriah meminta 17 diplomat angkat kaki atau memberi status 'persona non-grata' alias pejabat asing tak disukai. Termasuk dalam daftar itu adalah duta besar Amerika Serikat, Prancis, Turki, dan Inggris.
Suriah dalam tekanan internasional karena pembantaian warga sipil di Kota Houla, Jumat dua pekan lalu. Sebanyak 108 orang tewas, termasuk 34 anak, setelah tank membombardir kota basis kelompok oposisi ini selama berjam-jam pada dini hari.
Akibatnya, belasan negara mengusir diplomat Suriah. Menteri Luar Negeri Australia Bob Carr merupakan pihak pertama mengambil kebijakan itu. Langkah itu dianggap paling ampuh memprotes kekerasan yang terjadi di negara itu.
Meski secara resmi mengusir, faktanya beberapa diplomat sudah tidak berada di Suriah. Salah satunya adalah Duta Besar Amerika Robert Ford. Dia sudah diungsikan sejak Oktober tahun lalu ketika perang saudara semakin intensif.
Sejak demonstrasi anti-Assad pecah tahun lalu, lebih dari sembilan ribu orang tewas, kebanyakan warga sipil. Data berbeda dilansir kelompok oposisi dan pemantau independen. Menurut mereka, sipil yang dibantai mendekati 11 ribu orang.
(mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya