Shabiha, milisi pembantai perempuan dan anak Suriah
Merdeka.com - Pantas saja rakyat Suriah membenci milisi Shabiha. Namanya saja berarti hantu, tentu perbuatannya selalu lekat dengan dosa.
kenyataannya memang demikian. Milsi Shabhiha dikenal kejam terhadap warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Surat kabar the Daily Mail melaporkan, Senin (12/6). Kelompok bersenjata ini memang siap mati membela Presiden Basyar al-Assad. Sebab itu, mereka tak ragu bertindak brutal sekaligus kejam terhadap para pemberontak dan simpatisan mereka.
Penampilan anggota Shabhia ini juga menggidikkan. Dengan celana loreng dan kaus hitam, mereka berkeliling negeri menciptakan teror. Mereka bersenjatakan senapan serbu Ak-47 dan golok. Mereka dibayar sekitar Rp 1,5 juta saban hari buat membantai perempuan dan anak-anak. Tubuh mereka dipenuhi rajah bergambar Assad sebagai bentuk pengabdian kepada sang presiden.
Saban hari mereka berkerumun di kota setelah militer menghentikan penembakan. Sebuah sumber mengatakan Shabiha mempunyai tugas utama meneror penduduk sipil dan membantai etnis tertentu. Mereka dituding bertanggung jawab atas pembantaian di Houla yang menewaskan 108 orang dan di Hama (sekitar 100 terbunuh). Milisi ini pengikuti fanatik kelompok Alwaite, sebuah sekte di Syiah.
Mousab Azzawi asal London, Inggris, yang menjalankan jaringan hak asasi manusia di Suriah pernah mendapat perlakuan kasar Shabiha. "Mereka itu monster memiliki tubuh besar, berjenggot, serta memakai steorid untuk memompa otot. Berbicara dengan orang-orang itu harus terlihat bodoh," kata Mousab.
Pegiat kemanusiaan Suriah mengatakan 13.000 orang telah terbunuh, "Berapa banyak lagi harus mati? Mereka harus dilindungi. Kekerasan ini bukan tanggung jawab anak-anak dan jangan menjadi korban," kata Direktur Eksekutif UNICEF Anthony Lake. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya