Sensus: Bayi kulit putih tak lagi mendominasi Amerika
Merdeka.com - Tingkat kelahiran warga kulit putih di Amerika Serikat kini tidak lagi terbesar. Hal itu sesuai hasil survei Biro Sensus yang dipublikasikan hari ini.
Surat kabar the New York Times melaporkan, Kamis (17/5), berdasarkan sensus, jumlah bayi kulit putih lahir antara Juli 2010-Juli 2011 adalah 1.988.824 orang atau 49, 6 persen. Sedangkan warga imigran atau kulit berwarna yang lahir di masa itu sebanyak 2.019.176 (50,4) persen. Imigran ini adalah keturunan Hispanik, Afro-Amerika, Asia, dan ras campuran lainnya.
Hal itu bisa memicu pertentangan baru karena selama ini Amerika bergumul dengan permasalahan diskriminasi ras, hak-hak sipil, dan perdebatan tentang melarang imigran datang. "Hasil sensus itu menjadi fokus perhatian kami," kata ahli demografi dari Brooking Institute, William H. Frey. Dia menambahkan, saat ini adalah masa peralihan dari zaman kultur ledakan kelahiran bayi kulit putih ke masa multietnis.
Frey juga mengungkap fakta kalau penduduk mayoritas di empat negara bagian dan beberapa daerah pusat kota, yakni New York, Las Vegas, dan Memphis adalah warga non-kulit putih.
Imigran keturunan Hispanik menyumbang jumlah terbesar dari total keseluruhan sensus. Di tempat kedua diduduki oleh peranakan Latin.
Melihat hasil sensus itu, masyarakat Amerika mau tidak mau harus berkompromi dengan kenyataan jumlah warga kulit putih tidak lagi berada di puncak. Mereka bakal berpikir ulang tentang kebijakan pendidikan, hak-hak politik, kebebasan mencari penghidupan, serta toleransi terhadap ras lain.
(mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya