Senapan Saddam Hussein diberikan kepada pangeran Kuwait
Merdeka.com - Presiden Irak baru, Jalal Talabani memberikan senapan milik mendiang Saddam Hussein kepada anak raja Kuwait, Pangeran Nasir Sabah al-Ahmad. Tentu saja kabar itu memicu kontroversi di parlemen.
Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Selasa (25/4), surat kabar berbahasa Arab berbasis di Ibu Kota London, Inggris, Asharq al-Awsat, memberitakan peristiwa itu dengan mengutip pernyataan seorang sumber di kantor kepresidenan Irak.
Dia mengatakan senapan merek Brno asal Republik Ceko yang diberikan kepada pangeran Kuwait itu biasanya dipakai Saddam Hussein dalam perayaan, parade militer, atau membubarkan kerumunan yang menghalangi dia.
"Senapan itu milik rakyat Irak dan tidak seorang pun termasuk presiden dapat memberikan senjata itu gratis kepada pihak lain," kata juru bicara perempuan Koalisi Pembebasan Irak Aliya Nisaif.
Aliya menambahkan senapan itu merupakan bagian sejarah Irak, walau itu masa lalu yang buruk, tetapi rakyat harus bangga dan menghargai dan mengambil hikmah dari peristiwa yang telah lalu.
Mantan perwira militer Irak Hamid al-Mutlak mengatakan senapan itu adalah warisan rakyat Irak dan merupakan simbol yang tidak dapat ditukar dengan apapun, apalagi diperjualbelikan.
Namun, juru bicara suku Kurdi, Mahmud Othman, teman dekat Jalal Talabani berpendapat hal itu jangan dibesar-besarkan dan waktunya tidak tepat buat membahas persoalan itu karena sensitif dan menimbulkan masalah.
Pistol pribadi dan senapan lapis emas milik mendiang Saddam Hussein saat ditangkap pasukan Amerika Serikat pada 2004 kini diduga berada di tangan mantan presiden George walter Bush Jr. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya