Ribuan tahanan Palestina besok mogok makan
Merdeka.com - Sekitar 1.600 tahanan Palestina di penjara-penjara Israel bakal melancarkan mogok makan besok. Mereka semua menuntut segera dibebaskan dari bui, seperti diberitakan harian Haaretz, Senin (16/4).
Ancaman para tahanan itu disampaikan Menteri Urusan Tahanan Palestina Issa Qaraqi. Dia menyebut kondisi penjara negara Zionis itu semakin tidak manusiawi kepada para pegiat kemerdekaan. Mereka tambah marah karena ditahan tanpa alasan selama berbulan-bulan.
Dia mengungkapkan para peserta mogok makan besok berasal dari pelbagai faksi, termasuk Hamas dan Fatah. "Kondisi penjara di negara itu semakin berbahaya, kini semua tahanan dari berbagai faksi dan organisasi telah bersatu padu bakal melawan penjara Israel," ujar Qaraqi.
Berdasarkan hukum militer Israel, negara Zionis itu bisa menahan seseorang yang dianggap mengancam keamanan negara – kebanyakan warga Palestina – tanpa melalui proses peradilan. Masa penahanan enam bulan dan bisa diperpanjang jika dianggap perlu.
Saat ini 11 tahanan sudah mulai mogok makan. Mereka berasal dari bermacam kota di Tepi Barat, seperti Nablus dan Jenin. Kabar ini segera menyebar ke pelbagai penjara di wilayah Israel. Tidak diketahui bagaimana ribuan tahanan itu bisa saling berkomunikasi dan menentukan 17 April menjadi waktu pelaksanaan mogok bersama.
Pihak Departemen Pengelolaan Penjara Israel mengaku belum mendengar info para tahanan Palestina bakal menggelar aksi beramai-ramai. Merujuk hukum Israel, kriteria mogok makan adalah kondisi saat para pesakitan menolak makanan minimal dua hari berturut-turut.
Mogok makan massal ini imbas keberhasilan tindakan serupa dua bulan lalu yang dilakukan warga Tepi Barat, Khader Adnan dan Hana al-Shalabi. Mogok makan keduanya mendapat perhatian media internasional. Mereka dianggap berhasil menekan pemerintah Israel dengan cara damai supaya mengendurkan penyiksaan, bahkan membebaskan mereka dari penjara.
Bila aksi besok betul-betul dilaksanakan, maka para tahanan Palestina itu melakukan mogok makan massal terbesar kedua sepanjang sejarah. Rekor terbesar masih dipegang para pejuang kemerdekaan Irlandia Utara (IRA).
Pada 1923, delapan ribu tahanan IRA kompak mogok makan menolak tindakan pemerintah Inggris yang semena-mena menangkap mereka. Akibatnya, puluhan tahanan tewas karena berkukuh mogok makan.
(mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya