Merdeka.com tersedia di Google Play


Punya kemaluan kecil, pria Taiwan ini digugat cerai istrinya

Reporter : Vincent Asido Panggabean | Selasa, 19 Maret 2013 21:00


Punya kemaluan kecil, pria Taiwan ini digugat cerai istrinya
Ilustrasi perceraian. ©2012 Merdeka.com/Shutterstock/Matthew Benoit

Merdeka.com - Sebuah pengadilan tinggi di Taiwan baru-baru ini mengabulkan permohonan cerai yang diajukan seorang perempuan bernama Zhang (52 tahun) terhadap suaminya, Zhou (55 tahun). Namun, kasus perceraian ini bukan lantaran kekerasan dalam rumah tangga atau masalah ekonomi, melainkan masalah ukuran panjang kemaluan sang suami.

Situs IBtimes.co.uk melaporkan, Selasa (19/3), Zhang, yang merupakan seorang pegawai negeri sipil, menggugat cerai Zhou lantaran suaminya itu hanya memiliki kemaluan sepanjang lima sentimeter. Selain itu, Zhang menyatakan suaminya juga menderita lemah syahwat. Baginya, dengan keadaan seperti ini berarti Zhou sudah tidak dapat memenuhi tanggung jawabnya sebagai seorang suami yang siap sedia memberikan kepuasan seks buat dirinya.

"Kemaluannya sangat kecil, sudah seperti anak-anak sebab hanya lima sentimeter panjangnya. Saat ini kami sudah tidak pernah melakukan hubungan seksual lagi," kata Zhang.

Dia juga menambahkan bahwa suaminya itu telah gagal mematuhi kesepakatan yang telah mereka buat bersama yakni melakukan hubungan seksual tiga kali saban pekannya.

Pasangan yang berasal dari Ibu Kota Taipe ini bertemu satu sama lainnya setelah dikenalkan melalui teman mereka masing-masing pada Juli 2008 lalu. Keduanya kemudian berpacaran selama lima bulan sebelum akhirnya memutuskan untuk menikah. Namun, selama berpacaran keduanya belum pernah melakukan hubungan seks.

Zhang mengatakan dirinya sebetulnya ingin berhubungan seks sebelum menikah, tetapi Zhou selalu menolak melakukan hal itu sebab alasan agama. Keduanya mengaku pernikahan itu merupakan yang pertama.

Alhasil, Zhang menjelaskan, masalah langsung datang saat malam pertama. Ketika itu, dia langsung mengetahui bahwa suaminya itu memiliki masalah. "Kami kemudian bertengkar sepanjang malam dan saya meminta agar dia mencari pengobatan."

Namun, keduanya memutuskan tetap bersama-sama selama sepuluh hari untuk melihat apakah akan ada perubahan di dalam kehidupan seks mereka. Tetapi setelah itu, keduanya masih belum menemukan adanya perubahan.

Zhou membantah segala tuduhan yang diajukan istrinya dan mengatakan dirinya tidak lemah syahwat serta tidak pernah berjanji siap melakukan hubungan seks tiga kali seminggu. Dia juga menyalahkan Zhang lantaran selalu ingin berhubungan seks di waktu yang tidak cocok.

"Saya lebih memilih melakukan hubungan seks di pagi hari, tetapi dia ingin agar melakukannya sekitar tengah malam. Padahal kalau di saat seperti itu saya pasti akan sangat lelah," ucap Zhou. "Lagi pula, seks bukanlah satu-satunya dasar dari sebuah pernikahan bukan."

[fas]

KUMPULAN BERITA
# Taiwan

Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Taiwan, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Taiwan.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


Smart people share this
Back to the top

Today #mTAG SPOTLIGHT iREPORTER TOP 10 NEWS
LATEST UPDATE
  • Gali tanah buat batu bata, warga Magelang temukan 2 Yoni
  • Bangun waduk di Cipedak, Jokowi diprotes warga
  • Dua Paus akan dinobatkan jadi santo
  • Akuisisi BTN tertunda, karena komunikasi Dahlan buruk
  • Deretan pemain tersubur Piala Dunia: Eusebio (9 gol)
  • Alex Noerdin geram anak buahnya bak ayam sakit saat pelantikan
  • Pemakai jam tangan palsu tak bisa dipidana
  • The Amazing Spider-Man 2 Berjaya di Inggris
  • Pantau pembangunan Waduk Brigif, Jokowi naik ekskavator
  • Ditjen Pajak endus praktik ilegal vila asing di Bali
  • SHOW MORE