Pria Amerika curi mayat ayahnya agar bisa dibangkitkan lagi
Merdeka.com - Seorang pria Amerika, yang dituduh telah mencuri mayat ayahnya dari pemakanan di Kota Detroit, Negara Bagian Michigan, dengan harapan dapat membangkitkan ayahnya itu, mengaku bersalah untuk menghindari hukuman penjara.
Vincent Bright mengakui perbuatannya itu dua hari lalu atas tuduhan telah menggali sebuah kuburan. Dia akan menghadapi tuntutan hukum pada 24 September di pengadilan wilayah, seperti dilansir situs emirates247.com, Rabu (28/8).
"Dia tampaknya baik-baik saja," kata pengacara Bright, Gerald Karafa kemarin.
Karafa mengatakan Bright akan mendapat masa percobaan dari waktu yang ditentukan sebagai ganti hukumannya. Hakim memutuskan bahwa Bright dapat dilepas dengan jaminan.
Dia menjelaskan sebuah tinjauan ulang terkait penjatuhan hukum Bright dapat membantu pengadilan menentukan rincian masa percobaan dia.
Hukuman bagi mereka yang menggali sebuah kuburan bakal diganjar hukuman sepuluh tahun penjara.
Bright (48 tahun), mencuri tubuh ayahnya, Clarence Bright (93 tahun) dari pemakaman Getsemani pada 14 Januari lalu. Dia kemudian menyimpan mayat ayahnya itu di dalam lemari pendingin di rumahnya.
Polisi, yang bertindak setelah mendapat laporan dari anggota keluarga Bright lainnya, akhirnya menemukan mayat di rumah Vincent Bright di Detroit.
Polisi mengatakan Bright memang dikenal sangat religius. Dia mengambil mayat ayahnya itu dalam harapan agar ayahnya akan dibangkitkan.
Jaksa penuntut menyatakan Bright kompeten untuk menghadapi pengadilan setelah melakukan pemeriksaan terkait kesehatan mentalnya. (mdk/fas)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya